Selasa, 11 Oktober 2016
I WANT TO BE JUST LIKE MY LORD
Jumat, 07 Oktober 2016
Memelihara Hati
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23
Mengapa begitu banyak orang yang gagal dalam kerohanian, yang bertabiat tidak senonoh? Karena mereka tidak berbuat perkara-perkara yang benar setelah mereka mengetahui kebenaran itu dan tidak segera mempraktekkan kebenaran sebagaimana terdapat di dalam Yesus. Mereka tidak membiarkan Dia menyingkirkan sifat-sifat yang salah dari tabiat mereka. . . . Orang yang benar-benar bertobat membawa azas-azas kebenaran ke dalam segala segi kehidupannya. Hanya Dia saja yang teguh beralaskan iman yang hidup oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Banyak orang yang menunjukkan setiap hari, tabiat saya belum berubah hanya secara teori saja. . . . Semua orang bisa memperoleh mahkota kemenangan melalui iman, akan tetapi banyak orang yang tidak suka berperang melawan satu demi satu tabiat mereka sendiri yang buruk. Mereka berpegang pada sifat yang bertentangan kepada Allah. Setiap hari mereka melanggar azas-azas hukumNya yang kudus. Jika semua orang mau mempelajari pelajaran sederhana bahwa mereka harus ambil dan kenakan kuk Kristus dan belajar tentang kelemahlembutan dan kerendahan hati Gurunya yang Agung itu, maka mereka akan lebih baik memenuhi janji mereka untuk mengasihi Allah lebih utama dan mengasihi manusia seperti dirinya sendiri. . . . Mereka harus mulai dari permulaannya. Kristus berkata, Pikullah kuk penahan diri dan penurutan yang Kupasang kepadamu, dan belajarlah padaKu. . . . Kemudian barulah hati selaras dengan kehendak Allah melalui kuasa penciptaan Kristus. Dengan beroleh bagian kodrat ilahi, mereka diubahkan. . . .
Usaha pembaharuan, perubahan haruslah dimulai dalam hati, asal memancarnya sumber kehidupan. Oh, bagaimanakah penuturan yang muluk-muluk dapat dipandang cukup? . . . Saya mohon kepadamu, demi Kristus, janganlah berhenti setengah jalan, tetapi majulah, majulah. Majulah menuju kesempurnaan orang Kristen. Janganlah tinggalkan sesuatu dalam keadaan tidak teratur. Jagalah dirimu dengan segala kewaspadaan. Ingatlah bahwa engkau bertanggung jawab untuk tidak menggambarkan secara salah Kristus di dalam tabiat. Janganlah oleh cacat tabiat kita menuntun orang lain melakukan dosa yang sama. . . .
Mereka yang menyatakan diri turut memajukan terang haruslah menunjukkan pengaruh terang itu di dalam perkataan, tingkah laku, suara, tindak tanduk mereka sepanjang hari dan di segala tempat.
Apakah Pikiranmu Diteliti
Engkau tak akan pernah dapat masuk ke sorga kecuali engkau menyukai hubungan dengan Allah di dunia ini, karena dunia inilah tempat penyesuaian diri kita menuju ke sorga. Allah haruslah menjadi tujuan pujaan, kasih, dan rasa takut kita yang tertinggi. Dunia ini adalah satu-satunya sekolah di mana engkau dapat memperoleh persiapan untuk tingkat yang lebih tinggi. Mereka yang tidak mengasihi Allah dengan teguh di dalam hati di dunia ini, mereka yang memandang hal itu menjemukan bila takluk kepada Allah di dalam kehidupan ini, akan tidak pernah bersukaria dengan Kristus di dalam hidup yang akan datang. Justru hal-hal yang mereka pilih dan sukai di dunia ini demi kepuasan dirinya sedang mendidik citarasa mereka, sehingga peraturan sorga akan akan menjadi satu halangan bagi mereka. Biarlah jiwa takluk di bawah pengendalian Allah. . . .
Ia menciptakan manusia, yang membayar harga tebusannya, lebih dihinakan bilamana manusia memilih ukuran tabiat yang rendah, dan bersifat duniawi, suatu kehidupan yang bodoh dan hina. . . . Semua orang yang senang berpaling dari pengetahuan yang akan menjadikan mereka bijaksana kepada keselamatan dalam hidup sekarang ini dan hidup yang akan datang, yang menerima perkara-perkara duniawi san perkara yang dangkal sedang memberi makan jiwanya dengan air yang asin rasanya ketika Yesus Kristus mengundang mereka, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum" (Yohanes 7:37).
Biarlah jiwamu asyik di dalam merenung-renungkan kebenaran yang mulia yang terdapat dalam Firman Allah, maka engkau tidak mempunyai keinginan yang tetap kepada sesuatu hal yang tidak kau miliki. Engkau akan memandang rendah pikiran yang datang dan yang sia-sia. Engkau akan selalu berusaha memperoleh ukuran tinggi dari kebajikan dan kesucian sebagaimana terbentang di hadapanmu dalam injil. Engkau akan berusaha mencapai kecakapan yang lebih tinggi di dalam kehidupan ilahi. Berbicaralah kepada Allah dengan perantaraan FirmanNya. . . .
Oleh merenungkan cita-cita yang tinggi, yang telah dibentangkanNya dihadapanmu, maka engkau akan diangkat ke dalam suasana yang bersih dan kudus, hingga ke hadirat Allah. Bilamana engkau tinggal di sini, maka akan memancarlah cahaya dari padamu yang akan menerangi semua orang yang berhubungan dengan engkau.