"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian."
Efesus 6:1
Yesus telah menunjukkan kepada anak-anak dan orang-orang muda, teladan yang sempurna.
Kalau engkau ingin menjadi seperti Yesus tirulah Dia.
Pola yang sempurna itu - bersih, suci, tanpa dosa, dan tak bercacat.
Pelajarilah masa kanak-kanak Kristus.
Ia anak Allah, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Ia pulang dari Yerusalem ke rumahNya, dan mengikuti perintah orang tuaNya.......
Yesus Juruselamat dunia, melakukan perintah orang tuaNya, sekalipun tugas yang harus dilaksanakanNya adakalanya kurang disenangiNya.
Sifat suka menurut adalah satu unsur kebesaran jiwa.
Tidak seorangpun bisa sungguh-sungguh besar atau baik kalau ia belum belajar menurut dengan senang hati..........
Kalau engkau tergoda untuk mengikuti keinginanmu yang bertentangan dengan kehendak orang tuamu, katakanlah, "Tidak, Yesus juga tunduk kepada orang tuaNya."
Mintalah bantuan dari Yesus, yang memahami setiap pencobaan anak-anak dan pencobaan orang muda.
Ia telah mengalami pencobaan-pencobaan itu, oleh karena itu Ia mengetahui segala kelemahanmu, dan Ia mau menolongmu untuk mengalahkan itu.........
Usahakanlah agar engkau berguna bagi orang tuamu; agar engkau memiliki pertimbangan yang baik dan suka menolong.
Engkau dapat membantu orang tuamu dangan pelbagai macam cara.........
Lakukan dengan gembira apa saja yang dapat engkau lakukan, dengan langkah yang cepat dan wajah yang bersinar.
Dengan demikian engkau akan dapat meringankan beban orang tuamu, dan engkau akan menjadi sumber berkat dalam rumah keluargamu.......
Tugas-tugas kecil yang dilaksanakan dengan setia dicatat dalam buku catatan yang di sorga..........
Allah tidak akan berbuat salah, Ia akan mencatat semua kewajiban yang kau laksanakan untuk memuliakan namaNya.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau bermuka masam, melainkan usahakanlah agar wajahmu selalu berseri dan gembira, tangan senantiasa siap menurut, rasa simpati yang spontan untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan...........
Ingatlah, tabiatmu belum sempurna; engkau sedang membangun tabiat-tabiatmu tiap-tiap hari.
Tentukanlah benang kabaikan, penurutan, simpati dan kasih kepada tabiat yang sedang engkau bangun itu.
Sesuaikanlah tabiatmu itu dengan Pola yang ilahi. Didiklah dirimu agar memiliki jiwa yang lemah lembut, yang dalam pandangan Allah merupakan harta yang sangat berharga.
Engkau dapat membuat dunia ini satu tempat yang lebih baik kalau engkau mau berbuat sebaik-baiknya.
- (Our High Calling 264.1-7)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar