Pages

Selasa, 30 Agustus 2016

BAHAYA BIBIT-BIBIT KEBIMBANGAN

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak menepatinya? 
Bilangan 23:19

Orang-orang yang terus-menerus berbicara tentang kebimbangan dan menuntut bukti tambahan untuk mengusir tabut kebimbangan tidaklah berdiri di atas Firman itu. Iman mereka bertumpu atas keadaan; iman seperti itu didasarkan atas perasaan. Tetapi perasaan, biarpun menyenangkan bukannya iman. Firman Allah adalah landasan yang di atasnya pengharapan kita akan kerajaan sorga harus didirikan.

Suatu hal yang sangat buruklah bila menjadi seorang yang bimbang terus-menerus, menunjukkan pandangan dan pikiran atas diri sendiri. Selama engkau memandang diri sendiri, selama ini menjadi pokok pikiran dan percakapan, engkau tak dapat mengharapkan akan diselaraskan kepada peta Kristus. Diri sendiri bukanlah juruselamatmu. Engkau tidak mempunyai kuasa yang menyelamatkan di dalam dirimu. Kata "saya" atau " aku " adalah sebagai sebuah kapal yang bocor bagi imanmu untuk meneruskan pelayaran. Jika engkau berharap mempercayakan dirimu di dalamnya, maka ia akan terombang-ambing. Ke sekoci, ke sekoci! Hanya dengan beginilah engkau dapat aman. Yesus lah juru mudi sekoci itu, dan Ia tidak akan pernah kehilangan satu penumpang pun.

Kita perlu agar suasana sorga untuk mengelilingi jiwa kita. Kita perlu agar bara api yang dari  mezbah menyentuh bibir kita. Kita perlu mendengar perkataan Kristus, "Jadilah engkau tahir." Jika kita sudah menyebarkan kegelapan, jika kita telah menimbun sampah atau menyimpan kebimbangan dalam hati, jika kita telah menanamkan bibit-bibit kebimbangan dan tawar hati di dalam pikiran orang-orang lain, semoga Allah menolong kita  melihat dosa kita. Janganlah kita mengeluarkan sepatah kata yang berisi kebimbangan, karena yaitu akan bertunas dan bertumbuh, lalu kelak menghasilkan panen yang pahit. Kita harus memperhatikan nasihat ini, "Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu" (1 Petrus 1:15). Sebiji bibit kebimbangan yang ditanamkan, sukar kiranya bagi manusia untuk mematikannya. Hanya Allah sendirilah yang dapat mencabutnya dari dalam jiwa ....

Ladang besar dari janji-janji Allah telah ditunjukkan kepada kita, dan dengan janji ini kita haruslah memegang teguh iman, pengharapan, dan kasih. Di dalam segala kasih karunia ini , sidang dapat memancarkan terang dan menunjukkan kepada dunia sebuah gambaran yang hidup tentang kebenaran Kristus. Iman yang hidup memegang tangan kuasa ilahi, dan iman adalah sebagai jangkar bagi jiwa, jangkar yang pasti dan teguh .... Yohanes berkata, "Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" ( I Yohanes 5:4 ).

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tuntutan Malaikat ALLAH

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan  kepada filipus, katanya: Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza, jalan itu jalan sunyi.
Kisah Para Rasul 8:26

Allah telah mencatat banyak cerita di dalam FirmanNya yang diilhamkan itu untuk mengajarkan kepada kita bahwa umat manusia adalah sasaran utama dalam penjagaan malaikat sorga. Manusia tidak dibiarkan menjadi permainan pencobaan setan. Segenap sorga melibatkan diri dengan giat dalam pekerjaan meneruskan terang kepada penduduk dunia ini, agar mereka tidak dibiarkan begitu saja tanpa tuntutan rohani. Mata yang tidak pernah mengantuk ataupun tertidur sedang menjaga perhimpunan kemah bangsa Israel. Beribu-ribu dan berlaksa-laksa malaikat sedang melayani keperluan anak-anak manusia. Suara yang diilhami oleh Allah berseru, Inilah jalan itu, berjalanlah di atasnya. Jika manusia mau mendengar perkataan amaran, jika mereka mau menurut tuntunan Allah dan tidak menurut pertimbangan akal yang terbatas, mereka akan selamat ....

Malaikat-malaikat sorga mengamat-amati mereka yang sedang mencari terang dan bekerjasama dengan orang-orang yang berusaha memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus. Hal ini ditunjukkan di dalam pengalaman filipus dan orang Ethiopia.

Seorang utusan sorga dikirim kepada filipus untuk menunjukkan tugasnya bagi orang Ethiopia itu .... Malaikat-malaikat Allah sedang memperhatikan orang yang mencari terang ini .... Pada zaman ini, sebagaimana pula untuk zaman yang berikutnya, malaikat-malaikat sedang memimpin dan menuntun mereka yang mau dipimpin dan dituntun. Malaikat yang dikirim itu sendiri, kepada filipus, dapat melakukan pekerjaan bagi orang Ethiopia, tetapi bukan demikian cara Tuhan bekerja. Sebagai alat-alat Allah, manusia haruslah bekerja untuk orang lain.

Ketika Allah menunjukkan kepada filipus tugasnya, rasul itu tidak berkata, sebagaimana banyak orang katakan pada dewasa ini, Allah tidak berniat demikian. Saya tidak begitu yakin, atau saya akan berbuat salah. Pada saat itu , Filipus belajar menyesuaikan kemauannya dengan kemauan Allah karena itulah segala-galanya baginya. Ia mempelajari bahwa setiap jiwa berharga pada pemandangan Allah dan malaikat-malaikat akan membawa terang kepada mereka yang memerlukannya. Dengan perantaraan pelayanan malaikat-malaikat Allah mengirim terang kepada umatNya, dan melalui umatNyalah terang ini diberikan ke dunia ini ....

Pengawal yang setiawan sedang berjaga-jaga, menuntun jiwa ke jalan yang benar.
 

Template by BloggerCandy.com