Pages

Selasa, 11 Oktober 2016

I WANT TO BE JUST LIKE MY LORD


Part 1:
There was a man they called Him Jesus
Walked the shores of Galilee
He healed the sick
And calm the water
Make the blinded eye to see
He raise the dead and cleanse the leper
Had the bow to set men free
But best of all He went to Calvary
Bleed and died for you and me


Part 2:
I wish that I could have been with Him
When He said down on the sea
And heard Him said to Simon Peter
Come My son and follow Me

-missing lyrics- break around us
And His face we shall behold
O what a time will have together
Shouting down the street of gold



## Reffrain: 

I want to walk..
     Walk like Jesus
I want to talk..
     Talk like Jesus
I want to be..
     I want to be 
Just like my Lord
     Just like my Lord
I want to help
     Help my neighbour
My fellow men 
     Or him labor
I want to spread
     I want my life
His only word
     To spread His word
I want to sing
     I want to sing
I want to shout
     To heal the world
I want to tell
     I want to tell the world about His love
I want to walk..
     Walk like Jesus
I want to talk..
     Talk like Jesus
I want to be..
     I want to be 
Just like my Lord
     Just like my Lord



Ending part:
     Walk like Jesus
     Talk like Jesus
     I want to be 
     Just like my Lord

Jumat, 07 Oktober 2016

Memelihara Hati

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23

Mengapa begitu banyak orang yang gagal dalam kerohanian, yang bertabiat tidak senonoh? Karena mereka tidak berbuat perkara-perkara yang benar setelah mereka mengetahui kebenaran itu dan tidak segera mempraktekkan kebenaran sebagaimana terdapat di dalam Yesus. Mereka tidak membiarkan Dia menyingkirkan sifat-sifat yang salah dari tabiat mereka. . . . Orang yang benar-benar bertobat membawa azas-azas kebenaran ke dalam segala segi kehidupannya. Hanya Dia saja yang teguh beralaskan iman yang hidup oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Banyak orang yang menunjukkan setiap hari, tabiat saya belum berubah hanya secara teori saja. . . . Semua orang bisa memperoleh mahkota kemenangan melalui iman, akan tetapi banyak orang yang tidak suka berperang melawan satu demi satu tabiat mereka sendiri yang buruk. Mereka berpegang pada sifat yang bertentangan kepada Allah. Setiap hari mereka melanggar azas-azas hukumNya yang kudus. Jika semua orang mau mempelajari pelajaran sederhana bahwa mereka harus ambil dan kenakan kuk Kristus dan belajar tentang kelemahlembutan dan kerendahan hati Gurunya yang Agung itu, maka mereka akan lebih baik memenuhi janji mereka untuk mengasihi Allah lebih utama dan mengasihi manusia seperti dirinya sendiri. . . . Mereka harus mulai dari permulaannya. Kristus berkata, Pikullah kuk penahan diri dan penurutan yang Kupasang kepadamu, dan belajarlah padaKu. . . . Kemudian barulah hati selaras dengan kehendak Allah melalui kuasa penciptaan Kristus. Dengan beroleh bagian kodrat ilahi, mereka diubahkan. . . .

Usaha pembaharuan, perubahan haruslah dimulai dalam hati, asal memancarnya sumber kehidupan. Oh, bagaimanakah penuturan yang muluk-muluk dapat dipandang cukup? . . . Saya mohon kepadamu, demi Kristus, janganlah berhenti setengah jalan, tetapi majulah, majulah. Majulah menuju kesempurnaan orang Kristen. Janganlah tinggalkan sesuatu dalam keadaan tidak teratur. Jagalah dirimu dengan segala kewaspadaan. Ingatlah bahwa engkau bertanggung jawab untuk tidak menggambarkan secara salah Kristus di dalam tabiat. Janganlah oleh cacat tabiat kita menuntun orang lain melakukan dosa yang sama. . . .

Mereka yang menyatakan diri turut memajukan terang haruslah menunjukkan pengaruh terang itu di dalam perkataan, tingkah laku, suara, tindak tanduk mereka sepanjang hari dan di segala tempat.

Apakah Pikiranmu Diteliti

Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. 
1 Tawarikh 28:9

Engkau haruslah bertanggung jawab kepada Allah, atas segala pikiranmu, perkataanmu, waktumu, dan atas tindak tandukmu.

Engkau tak akan pernah dapat masuk ke sorga kecuali engkau menyukai hubungan dengan Allah di dunia ini, karena dunia inilah tempat penyesuaian diri kita menuju ke sorga. Allah haruslah menjadi tujuan pujaan, kasih, dan rasa takut kita yang tertinggi. Dunia ini adalah satu-satunya sekolah di mana engkau dapat memperoleh persiapan untuk tingkat yang lebih tinggi. Mereka yang tidak mengasihi Allah dengan teguh di dalam hati di dunia ini, mereka yang memandang hal itu menjemukan bila takluk kepada Allah di dalam kehidupan ini, akan tidak pernah bersukaria dengan Kristus di dalam hidup yang akan datang. Justru hal-hal yang mereka pilih dan sukai di dunia ini demi kepuasan dirinya sedang mendidik citarasa mereka, sehingga peraturan sorga akan akan menjadi satu halangan bagi mereka. Biarlah jiwa takluk di bawah pengendalian Allah. . . .

Ia menciptakan manusia, yang membayar harga tebusannya, lebih dihinakan bilamana manusia memilih ukuran tabiat yang rendah, dan bersifat duniawi, suatu kehidupan yang bodoh dan hina. . . . Semua orang yang senang berpaling dari pengetahuan yang akan menjadikan mereka bijaksana kepada keselamatan dalam hidup sekarang ini dan hidup yang akan datang, yang menerima perkara-perkara duniawi san perkara yang dangkal sedang memberi makan jiwanya dengan air yang asin rasanya ketika Yesus Kristus mengundang mereka, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum" (Yohanes 7:37).

Biarlah jiwamu asyik di dalam merenung-renungkan kebenaran yang mulia yang terdapat dalam Firman Allah, maka engkau tidak mempunyai keinginan yang tetap kepada sesuatu hal yang tidak kau miliki. Engkau akan memandang rendah pikiran yang datang dan yang sia-sia. Engkau akan selalu berusaha memperoleh ukuran tinggi dari kebajikan dan kesucian sebagaimana terbentang di hadapanmu dalam injil. Engkau akan berusaha mencapai kecakapan yang lebih tinggi di dalam kehidupan ilahi. Berbicaralah kepada Allah dengan perantaraan FirmanNya. . . .

Oleh merenungkan cita-cita yang tinggi, yang telah dibentangkanNya dihadapanmu, maka engkau akan diangkat ke dalam suasana yang bersih dan kudus, hingga ke hadirat Allah. Bilamana engkau tinggal di sini, maka akan memancarlah cahaya dari padamu yang akan menerangi semua orang yang berhubungan dengan engkau.

Selasa, 30 Agustus 2016

BAHAYA BIBIT-BIBIT KEBIMBANGAN

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak menepatinya? 
Bilangan 23:19

Orang-orang yang terus-menerus berbicara tentang kebimbangan dan menuntut bukti tambahan untuk mengusir tabut kebimbangan tidaklah berdiri di atas Firman itu. Iman mereka bertumpu atas keadaan; iman seperti itu didasarkan atas perasaan. Tetapi perasaan, biarpun menyenangkan bukannya iman. Firman Allah adalah landasan yang di atasnya pengharapan kita akan kerajaan sorga harus didirikan.

Suatu hal yang sangat buruklah bila menjadi seorang yang bimbang terus-menerus, menunjukkan pandangan dan pikiran atas diri sendiri. Selama engkau memandang diri sendiri, selama ini menjadi pokok pikiran dan percakapan, engkau tak dapat mengharapkan akan diselaraskan kepada peta Kristus. Diri sendiri bukanlah juruselamatmu. Engkau tidak mempunyai kuasa yang menyelamatkan di dalam dirimu. Kata "saya" atau " aku " adalah sebagai sebuah kapal yang bocor bagi imanmu untuk meneruskan pelayaran. Jika engkau berharap mempercayakan dirimu di dalamnya, maka ia akan terombang-ambing. Ke sekoci, ke sekoci! Hanya dengan beginilah engkau dapat aman. Yesus lah juru mudi sekoci itu, dan Ia tidak akan pernah kehilangan satu penumpang pun.

Kita perlu agar suasana sorga untuk mengelilingi jiwa kita. Kita perlu agar bara api yang dari  mezbah menyentuh bibir kita. Kita perlu mendengar perkataan Kristus, "Jadilah engkau tahir." Jika kita sudah menyebarkan kegelapan, jika kita telah menimbun sampah atau menyimpan kebimbangan dalam hati, jika kita telah menanamkan bibit-bibit kebimbangan dan tawar hati di dalam pikiran orang-orang lain, semoga Allah menolong kita  melihat dosa kita. Janganlah kita mengeluarkan sepatah kata yang berisi kebimbangan, karena yaitu akan bertunas dan bertumbuh, lalu kelak menghasilkan panen yang pahit. Kita harus memperhatikan nasihat ini, "Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu" (1 Petrus 1:15). Sebiji bibit kebimbangan yang ditanamkan, sukar kiranya bagi manusia untuk mematikannya. Hanya Allah sendirilah yang dapat mencabutnya dari dalam jiwa ....

Ladang besar dari janji-janji Allah telah ditunjukkan kepada kita, dan dengan janji ini kita haruslah memegang teguh iman, pengharapan, dan kasih. Di dalam segala kasih karunia ini , sidang dapat memancarkan terang dan menunjukkan kepada dunia sebuah gambaran yang hidup tentang kebenaran Kristus. Iman yang hidup memegang tangan kuasa ilahi, dan iman adalah sebagai jangkar bagi jiwa, jangkar yang pasti dan teguh .... Yohanes berkata, "Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" ( I Yohanes 5:4 ).

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tuntutan Malaikat ALLAH

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan  kepada filipus, katanya: Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza, jalan itu jalan sunyi.
Kisah Para Rasul 8:26

Allah telah mencatat banyak cerita di dalam FirmanNya yang diilhamkan itu untuk mengajarkan kepada kita bahwa umat manusia adalah sasaran utama dalam penjagaan malaikat sorga. Manusia tidak dibiarkan menjadi permainan pencobaan setan. Segenap sorga melibatkan diri dengan giat dalam pekerjaan meneruskan terang kepada penduduk dunia ini, agar mereka tidak dibiarkan begitu saja tanpa tuntutan rohani. Mata yang tidak pernah mengantuk ataupun tertidur sedang menjaga perhimpunan kemah bangsa Israel. Beribu-ribu dan berlaksa-laksa malaikat sedang melayani keperluan anak-anak manusia. Suara yang diilhami oleh Allah berseru, Inilah jalan itu, berjalanlah di atasnya. Jika manusia mau mendengar perkataan amaran, jika mereka mau menurut tuntunan Allah dan tidak menurut pertimbangan akal yang terbatas, mereka akan selamat ....

Malaikat-malaikat sorga mengamat-amati mereka yang sedang mencari terang dan bekerjasama dengan orang-orang yang berusaha memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus. Hal ini ditunjukkan di dalam pengalaman filipus dan orang Ethiopia.

Seorang utusan sorga dikirim kepada filipus untuk menunjukkan tugasnya bagi orang Ethiopia itu .... Malaikat-malaikat Allah sedang memperhatikan orang yang mencari terang ini .... Pada zaman ini, sebagaimana pula untuk zaman yang berikutnya, malaikat-malaikat sedang memimpin dan menuntun mereka yang mau dipimpin dan dituntun. Malaikat yang dikirim itu sendiri, kepada filipus, dapat melakukan pekerjaan bagi orang Ethiopia, tetapi bukan demikian cara Tuhan bekerja. Sebagai alat-alat Allah, manusia haruslah bekerja untuk orang lain.

Ketika Allah menunjukkan kepada filipus tugasnya, rasul itu tidak berkata, sebagaimana banyak orang katakan pada dewasa ini, Allah tidak berniat demikian. Saya tidak begitu yakin, atau saya akan berbuat salah. Pada saat itu , Filipus belajar menyesuaikan kemauannya dengan kemauan Allah karena itulah segala-galanya baginya. Ia mempelajari bahwa setiap jiwa berharga pada pemandangan Allah dan malaikat-malaikat akan membawa terang kepada mereka yang memerlukannya. Dengan perantaraan pelayanan malaikat-malaikat Allah mengirim terang kepada umatNya, dan melalui umatNyalah terang ini diberikan ke dunia ini ....

Pengawal yang setiawan sedang berjaga-jaga, menuntun jiwa ke jalan yang benar.

Senin, 18 Juli 2016

MENGAMBIL BAGIAN DALAM KODRAT ILAHI

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji - janji  yang berharga dan sangat besar , supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang  membinasakan dunia. 
2 Petrus 1: 4


"Kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi." Mungkinkah? Dengan diri kita sendiri kita dapat melakukan perkara yang baik. Oleh sebab itu bagaimanakah kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi? Yakni dengan jalan datang kepada Kristus sebagaimana kita adanya, miskin, tak berdaya, bergantung pada orang. Ia mati agar hal itu mungkin bagi kita turut mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Ia mengambil rupa manusia atas diriNya agar Ia dapat menjangkau manusia. Dengan rantai emas kasihNya yang tak terduga itu Ia telah mengikat kita ke takhta Allah. Kita harus mempunyai kuasa untuk mencapai kemenangan sebagaimana Ia sudah menang.

Kepada semua orang Ia menyampaikan undangan: "Marilah kepadaKu .... Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan  ... "(Matius 11: 28-30).

Kita mempunyai bagian di dalam pekerjaan ini. Biarlah jangan seorangpun berpikir bahwa pria dan wanita akan masuk ke surga tanpa turut berjuang di dunia ini. Kita mempunyai peperangan yang harus kita perjuangkan, untuk merebut kemenangan. Tuhan Allah berkata kepada kita, " kerjakan keselamatanmu." Bagaimana caranya? "Dengan takut dan gentar. bukan saja seperti waktu aku masih hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya "(Filipi 2:12, 13). Allah bekerja, dan manusiapun bekerja ....  Hanya dengan jalan demikianlah kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi.

Di sinilah letaknya ketetapan hati agama yang benar. Kita adalah"kawan sekerja Allah," bekerja bersama-sama dengan Dia. "Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" (1 Korintus 3: 9). Gambaran ini melukiskan tabiat manusia, yang hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit. Setiap hari Allah bekerja di atas bangunanNya untuk menyempurnakan susunan bangunan itu agar bangunan itu menjadi satu tempat kudus bagiNya. Manusia haruslah bekerja bersama-sama dengan Allah, berusaha di dalam kekuatanNya untuk menjadikan dirinya menurut rencana Allah baginya, membangun hidupnya dengan perbuatan-perbuatan yang bersih dan agung ....

Allah meminta kita hanya hidup sehari saja pada satu waktu. Engkau tidak perlu memandang satu pekan atau satu bulan di depan. Sekaranglah waktumu yang terbaik. Berkata-katalah dan bertindaklah hari ini pada satu jalan yang akan menghormati Allah. janji itu berbunyi, "Selama umurmu,  kiranya kekuatanMu " (Ulangan 33:25).

Hidup yang Limpah

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan. 
Yohanes 10:10

Satu jiwa yang berhubungan dengan Kristus tidak akan mempunyai kehidupan yang suram. Orang-orang yang mengasihi Yesus dengan hati , pikiran dan jiwa dan mengasihi manusia seperti dirinya sendiri memiliki satu ladang yang luas tempat mereka menggunakan kesanggupan dan pengaruh mereka. Janganlah ada talenta yang akan digunakan hanya untuk kepuasan diri sendiri. Diri mestilah mati, dan hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah ....

Tuhan akan menilai jiwa kita menurut takaran, sesuai dengan apa yang sudah diletakkan Kristus di atas jiwa-jiwa itu,Yesus mati agar Ia mendapat manusia dari kebinasaan yang kekal . Oleh sebab itu kita haruslah  menjaga diri kita sebagai harta milik yang dibeli. "Bahwa kamu bukan milik kamu sendiri." "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu" (1 Korintus 6:19, 20). Segala kuasa pikiran, dan jiwa serta tubuh kita adalah milik Tuhan. Waktu kita adalah milik-Nya. Oleh sebab itu hendaklah kita menempatkan diri kita di dalam keadaan yang paling baik untuk melakukan pekerjaan-Nya, hidup senantiasa berhubungan dengan Kristus, serta memikirkan setiap hari mahalnya korban yang telah dipersembahkan demi kita agar kita dibenarkan Allah di dalam Dia ....

Orang-orang yang mengosongkan dirinya, orang yang hidup berhati-hati dan suka memikirkan kepentingan orang lain, tak dapat mengangkat pandangan mata mereka kepada Kristus, Juruselamat yang hidup tanpa merasa gentar dan merendahkan hati yang sedalam-dalamnya. Memandang Yesus terus menerus akan membuat jiwa hidup bagi Allah. Kita akan mengasihi Yesus, kita akan mengasihi Bapa yang mengirimkan Dia ke atas dunia ini, karena kita melihat Dia di dalam suatu terang yang ajaib, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yesus berkata, "Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku" (Matius 11:27); ... "Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Matius 28:18). Untuk apa? Supaya dapat memberikan pemberian bagi manusia, agar mereka dapat meletakkan semua kuasa mereka dengan hormat untuk memaklumkan kasih yang ajaib itu yang dengannya Ia telah mengasihi kita ....

Bilamana kita menilai segala talenta kita di dalam terang salib Golgota itu, kita akan hidup sangat bergairah bagi Kristus dan membuat terang kehidupan kita bercahaya di hadapan orang, sehingga hidup kita tidak akan pernah lagi tampak suram. Siapakah yang dapat menaksir nilai jiwa itu?

Orang yang Paling Bahagia

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan: di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa. 
Mazmur 16:11


Janganlah engkau beranggapan bahwa apabila engkau berjalan bersama-sama Yesus engkau harus berjalan di dalam bayang-bayang. Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang percaya kepada Yesus dan bersukacita melakukan perintahNya. Dari kehidupan mereka yang mengikuti Dia, akan terhapuslah perasaan gelisah dan rasa tidak puas.... Mereka mungkin menghadapi kesulitan dan kesukaran, akan tetapi kehidupan mereka penuh dengan sukacita; karena Kristus berjalan di sisi mereka, dan hadiratNya membuat jalan terang ....

Apabila engkau bangun pagi hari, naiklah puji-pujian kepada Allah melalui bibirmu, dan bilamana engkau pergi untuk bekerja, berdoalah kepada Allah memohon pertolongan ....Nantikan selembar daun dari pohon kehidupan itu. Daun ini akan menenangkan dan menyegarkan engkau, memenuhi hatimu dengan damai dan sukacita. Tunjukkan pikiranmu kepada Juruselamat. Jauhkanlah dirimu dari kesibukan dunia ini lalu duduk tenang di bawah bayang-bayang Kristus. Lalu kekuatanmu akan dibaharui di tengah-tengah kebisingan pekerjaan dan pertentangan yang dihadapi setiap hari.Suatu hal yang penting dan pasti bagi kita supaya duduk sejenak dan berpikir-pikir bagaimana Juruselamat turun dari surga, dari tahta Allah, untuk menunjukkan bagaimana jadinya manusia jika mereka mau menyatukan kelemahan mereka kepada kekuatan-Nya. Bilamana kita mencapai kekuatan yang baru dengan jalan bersatu dengan Allah, maka kita dapat maju terus dengan sukaria, memuji Dia karena tugas yang diberikannya kepada kita membawa sinar terang kasih Kristus ke dalam hidup orang-orang yang kita jumpai ....

Makhluk-makhluk sorga sedang menunggu untuk bekerjasama dengan manusia sebagai perantara, agar dunia melihat apa yang umat manusia dapat peroleh dengan perantaraan  persatuan dengan ilahi. Mereka yang menguduskan tubuh, jiwa, dan rohnya ke dalam pekerjaan Allah akan senantiasa menerima karunia kuasa tubuh, pikiran dan rohani yang baru. Segala kebutuhan yang tak habis-habisnya datang dari sorga menjadi bagian mereka. Kristus mengaruniakan hidup-Nya sendiri kepada mereka. Roh Kudus bekerja sekuat tenaga di dalam hati dan pikiran. Melalui anugerah yang diberikan kepada kita, kita dapat memperoleh kemenangan-kemenangan, yang oleh sebab cacat-cacat tabiat kita dan karena iman kita yang kerdil, tampaknya tidak mungkin kita menangkan .

Kepada setiap orang yang menyerahkan dirinya melayani pekerjaan Tuhan, diberi kuasa untuk mencapai hasil-hasil yang tak terukur besarnya.

Jumat, 24 Juni 2016

Rantai yang Menghubungkan Kita dengan Sorga

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang menyatakan: inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. 
Matius 3:17


Setelah Kristus dibaptiskan Yohanes di sungai Yordania, Ia keluar dari air, lalu menundukkan kepala di tepi sungai itu, seraya berdoa dengan teguh kepada Bapa-Nya yang di sorga memohon kekuatan supaya kuat menahan pertentangan melawan raja kegelapan di dalam mana ia hampir akan mengambil bagian. Langit telah terbuka menjawab doa-Nya, dan sinar terang kemuliaan Allah, yang lebih terang daripada sinar matahari tengah hari turun dari dalam tahta Allah yang kekal, dan tampaklah seperti seekor burung merpati, mengkilap seperti emas mengelilingi Anak Allah, sementara suara yang jelas terdengar dari terang yang gilang-gemilang itu berkata , "Inilah Anak yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Inilah suatu jaminan kepada Anak Allah bahwa Bapa-Nya menerima umat manusia yang sudah jatuh, melalui yang mewakili mereka dan oleh sebab itulah Ia telah memberi mereka pencobaan yang kedua. Perhubungan antara sorga dan dunia ini, antara Allah dan manusia, yang telah rusak oleh sebab pelanggaran Adam telah dipulihkan kembali. Ia yang tidak kenal dosa menjadi dosa karena manusia, agar pembenaran-Nya dapat dihisabkan kepada manusia. Dengan perantaraan kesempurnaan tabiat Kristus, manusia telah diangkat di dalam nilai moral yang lebih tinggi bersama-sama dengan Allah; dan melalui jasa-jasa Kristus, manusia yang fana dihubungkan kepada Yang Baka. Demikianlah jurang yang terjadi oleh sebab dosa telah dijembatani oleh Penebus dunia ini.

Akan tetapi hanya sedikit orang yang mengerti dengan jelas tentang hak-hak istimewa yang telah diberikan oleh Kristus kepada manusia dengan jalan yang demikian membuka sorga dihadapannya. Anak Allah kemudian menjadi wakil kita umat manusia; dan kuasa istimewa serta kemuliaan yang telah dilimpahkan Raja sorga kepadaNya, dan firman-Nya yang diperkenankan,
 adalah jaminan kasih dan kebajikan-Nya yang paling pasti kepada manusia. Sebagaimana pengantaraan Kristus demi keselamatan kita telah didengar, bukti telah diberikan kepada manusia bahwa Allah akan berkenan kepada doa-doa kita demi kepentingan kita sendiri melalui nama Yesus. Doa yang tidak berkeputusan, doa yang sungguh-sungguh dalam iman akan membawa terang dan kekuatan kepada kita untuk melawan serbuan setan yang bertubi-tubi itu .... Kehidupan Kristen adalah satu kehidupan di dalam doa .... Pemimpin besar kita menunjuk kita ke langit yang terbuka sebagai satu-satunya sumber terang dan kekuatan.

Kamis, 23 Juni 2016

Kristus Menjadi Teladan Menurut Hukum Allah

Lalu aku berkata, "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku; aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku;  ToratMu ada dalam dadaku. 
Mazmur 40: 8,9


Di majelis-majelis sorga telah diputuskan bahwa harus diberikan kepada umat manusia seorang yang menjadi teladan menurut hukum. Untuk memutuskan menjadikan hal ini korban besar, Allah tiada membiarkan sesuatu yang samar-samar dan yang tidak pasti demi keselamatan umat manusia. Ia telah mengaruniakan suatu ukuran kepada manusia yang dengannya mereka membangun tabiat-Nya. Dengan bunyi suara yang dapat didengar dan dahsyat disertai kemuliaan Ia mengucapkan hukum-Nya dari atas Bukit Sinai. Dengan jelas Ia mengungkapkan apa yang patut kita lakukan agar dapat kembali menurut kepadaNya dan ... tetap setia menurut hukum-Nya. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua ,yang sama dengan itu, ialah:  Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi "(Matius 22: 37-40).

Begitu dalam perhatian Tuhan kepada makhluk yang telah dijadikan-Nya itu, begitu besar kasih-Nya kepada dunia ini, sehingga ia " telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16) . Kristus datang membawa kuasa moral kepada manusia, untuk mengangkat dia lebih tinggi, lebih mulia dan menguatkan dia, agar dia sanggup menjadi orang yang dapat mengambil bagian kodrat ilahi, melepaskan dia dari  kemerosotan dunia ini di dalam segala keinginannya. Ia membuktikan kepada seluruh penduduk dunia-dunia lain yang tidak jatuh ke dalam dosa dan kepada seluruh umat manusia bahwa hukum itu dapat dipelihara. Sementara Ia dalam keadaan manusia, Ia menurut hukum Allah, mempertahankan keadilan Allah di dalam tuntutan bahwa hukum itu dapat dituruti. Di dalam penghakiman hidup-Nya akan menjadi satu alasan yang tak dapat disangkal di dalam kasih karunia hukum Allah.

Semua orang yang memiliki pertimbangan akal sehat dapat mempelajari ukuran tugas mereka. Kristuslah teladan kita. Di dalam Kemanusiaan Ia hidup tanpa noda. Ia penuh rahmat, berbelaskasihan, menurut-penuh dengan kebajikan dan kebenaran. Oleh kehidupan-Nya yang menurut itu, Ia memberi satu gambaran tentang hukum itu. Oleh bersatu dengan Kristus, umat manusia yang sudah jatuh dan berdosa boleh menyesuaikan hidupnya dengan undang-undang ilahi itu. Oleh menurut hukum-hukum Allah, mereka menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Dia yang datang ke atas dunia ini untuk mewakili Bapa oleh menurut segala hukum-Nya.

Rabu, 22 Juni 2016

Dari Keadaan Yang Putus Asa Menjadi Pengharapan Dan Bersukacita

Semoga Allah , sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Roma 15:13


Jika Yesus tidak mati sebagai korban kita dan tidak bangkit kembali, maka kita tidak pernah tahu damai sejahtera, tidak akan pernah merasakan sukacita, melainkan hanya mengalami kegelapan yang mengerikan dan  keputusasaan yang menyedihkan. Oleh sebab itu, biarlah hanya kata-kata ucapan pujian dan terima kasih berada di dalam hati kita. Segala seluk-beluk kehidupan kita hendaklah dilibatkan untuk memperoleh manfaat sorga itu, menjadi orang-orang yang menerima berkat-berkat pendamaian-Nya yang tak ternilai harganya itu. Oleh karena itu tidak mungkin bagi kita menggambarkan dan mengerti keadaan kita yang hina dan tak berdaya ... Dimana Kristus telah mengangkat kita. Bilamana kita merasakan kesedihan, dukacita dan renggutan maut yang padanya kita takluk, biarlah tidak seorangpun yang bersungut-sungut dan menghinakan Penebus kita .... Kita tidak dapat menentukan betapa jauh lebih ringan kita menderita kalau dibandingkan dengan penderitaan yang seharusnya kita alami oleh sebab dosa kita ....

Dapatkah kita memandang kepadaNya yang oleh karena segala dosa kita Ia telah tertikam,  dan tidakkah kita mau minum dari cawan kehinaan itu? Dosa-dosa kita yang bercampur cawan yang pahit itu, dipindahkan-Nya dari bibir kita dan meminumnya sendiri, agar pada waktunya Ia membubuh cawan berkat ke atas bibir kita ....

Bahasa jiwa hendaklah berisi sukacita dan ucapan terimakasih. Jika ada sesuatu lembaran-lembaran yang suram di dalam pengalaman mereka biarlah mereka menguburkannya. Biarlah  kejadian  ini jangan disimpan dengan cerah dengan jalan mengulang-ulangi .... Peliharalah pikiran dan perasaan yang hanya menghasilkan pujian dan rasa syukur ....

Saya mohon kepadamu agar jangan pernah mengucapkan sepatah kata persungutan, tetapi senantiasa memelihara yang mengandung perasaan syukur dan terimakasih. Dengan berbuat demikian engkau akan belajar membuat lagu merdu dalam hatimu. Jalinlah ke dalam pengalamanmu benang lungsin atau benang pekan emas hati yang berterimakasih. Pikir-pikirlah negeri yang lebih baik itu, di mana tidak ada ratap tangis,  pencobaan dan kesukaran, cercaan dan kebingungan, melainkan semuanya damai sejahtera , sukacita dan bahagia. Ke sinilah angan-angan hati ini akan membuat engkau senantiasa memikirkan sorga, akan menguatkan engkau dengan kekuatan sorga, akan memuaskan rasa dahaga jiwamu dengan mata air yang hidup, dan akan membubuhkan ke dalam hatimu meterai citra ilahi. Ia akan mengisi hatimu dengan sukacita dan pengharapan di dalam percaya dan segalanya itu akan tinggal bersama -sama dengan engkau sebagai penghibur yang kekal.

Bahaya Menyia-nyiakan

Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya?
Ibrani 2: 3


Tidak ada karunia yang lebih besar yang dapat dianugerahkan kepada manusia lebih daripada apa yang dapat dipahami di dalam Kristus .... Suatu kelalaian memegang teguh harta kekayaan keselamatan yang tak ternilai harganya itu berarti kehancuran jiwamu yang kekal. Bahaya sikap masa bodoh terhadap Allah dan menyia-nyiakan karunia-Nya diukur oleh keagungan keselamatan itu. Allah telah berbuat dengan segala kuasa yang dimiliki-Nya. Segala sumber kekayaan kasih yang tak terhingga itu telah ditumpahkan sama sekali di dalam mewasiatkan dan menjalankan rencana keselamatan untuk manusia. Allah telah menunjukkan tabiat-Nya di dalam kebaikan, di dalam rahmat, belas kasihan dan cinta yang dinyatakan untuk menyelamatkan suatu umat berdosa yang memberontak. Apakah yang dapat dilakukan yang belum dibuat di dalam melengkapi rencana keselamatan itu? Jika orang berdosa itu tetap bersikap masa bodoh terhadap pernyataan  kebajikan Allah, jika ia menyia-nyiakan keselamatan yang amat besar itu ... apalah yang dapat dilakukan untuk menyentuh hatinya yang keras itu?

Betapa pentingnya,  betapa besarnya, pokok penebusan itu, sehingga Ia yang telah menjamin keselamatan manusia adalah terang kemuliaan Bapa, ungkapan gambar pribadi-Nya! Sesudah itu, bagaimana pula sorga memandang orang-orang yang menyia-nyiakan keselamatan yang begitu besar untuk manusia dengan harga tunai yang tak ternilai mahalnya? Lalai memegang teguh berkat-berkat sorga yang limpah itu berarti menolak, menyia-nyiakan Dia yang sama dengan Bapa, satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia yang berdosa. Oh, akankah kita dengan menyia-nyiakan Kristus membuang satu-satunya kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal? ...

Kasih, betapa indahnya kasih yang ditunjukkan oleh Anak Allah itu! Maut yang menjadi bagian kita telah menimpa Dia agar peri yang tidak akan mati dapat diberikan Kepada kita, yang sebenarnya tidak patut menerima upah sedemikian itu. Bukankah keselamatan besar di dalam kesederhanaannya dan ajaib di dalam kelengkapannya? ... Memikir-mikirkan penuhnya perlengkapan  yang telah disediakan Allah sehingga setiap anak-anak Adam, laki-laki dan perempuan dapat diselamatkan mengajak kita berseru bersama-sama dengan Yohanes, "Lihatlah, betapa besarnya yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah "(1 Yohanes 3: 1) .... rencana keselamatan disediakan setiap saat yang tidak disangka-sangka dan bagi setiap jiwa yang membutuhkannya.

Senin, 20 Juni 2016

Kasih Karunia yang Ajaib

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 
Efesus 1: 2


"Kasih karunia menyertai kamu." Kita berhutang budi kepada Allah karena kasih karunia-Nya yang dikaruniakan kepada kita dengan gratis. Kasih karunia di dalam perjanjian itu mengesahkan kita sebagai anak-anakNya. Kasih karunia di dalam Juruselamat menghasilkan penebusan, pemulihan dan pengangkatan, untuk menjadi pewaris bersama-sama dengan Kristus. Bukannya oleh sebab kita pertama mengasihi Dia lalu Ia mengasihi kita; melainkan "sejak kita masih orang berdosa," Kristus mati bagi kita .... Meskipun oleh pendurhakaan kita, kita harus menerima upah hukuman dan tidak berkenan di hati-Nya, namun Ia tidak meninggalkan kita, membiarkan kita bergelut dengan kuasa musuh itu. Malaikat-malaikat sorga membantu perlawanan kita, dan bekerja sama dengan mereka agar dengan demikian kita dapat menang melawan segala kuasa jahat.

Kita tidak akan pernah mempelajari arti kata "kasih karunia" apabila kita tidak jatuh ke dalam dosa. Allah mengasihi malaikat-malaikat yang tidak berdosa, yang bekerja melayani Dia dan yang menurut segala suruhan-Nya, tetapi Ia tidak memberi mereka kasih karunia. Makhluk-makhluk sorga ini tidak tahu apa-apa tentang kasih karunia; mereka tidak akan pernah memerlukannya, karena mereka tidak pernah berbuat dosa. Kasih karunia adalah suatu sifat Allah yang ditunjukkan kepada makhluk manusia tidak layak itu. Kita sendiri tidaklah mengusahakan kasih itu, akan tetapi kasih itu  yang mencari kita. Allah bersukaria menganugerahkan kasih karunia ini ke atas semua orang yang lapar akan dia, bukan oleh sebab kita orang yang pantas dan patut dihormati, akan tetapi oleh sebab kita sangat tidak berharga. Keperluan kita adalah syarat yang membuat kita layak menerima jaminan yang kita akan menerima karunia ini.

Persediaan kasih karunia Allah menanti setiap jiwa yang sakit karena dosa. Kasih itu akan menyembuhkan setiap penyakit rohani. Dengan pertolongan kasih itu hati dapat disucikan dari segala noda. Itulah injil yang menyembuhkan bagi setiap orang yang percaya.

Kita dapat mengadakan kemajuan setiap hari ke atas pada jalan kesucian dan meskipun demikian kita masih menemukan ketinggian yang lebih besar yang harus dicapai; akan tetapi segala sesuatu yang membebani hati dan pikiran,  membukakan persediaan kasih karunia yang limpah itu yang amat perlu bagi kita jika kita mau maju.

Semakin kita merenung-renungkan harta kekayaan ini, semakin rindu kita memilikinya, dan semakin kita  menunjukkan jasa-jasa pengorbanan Kristus, perlindungan kebenaran-Nya, kasih-Nya yang tak terungkapkan itu, kepenuhan akalbudi-Nya, dan kuasa-Nya memperkenalkan kita ke hadapan Bapa tanpa cacat atau kerut , atau yang serupa itu.

Karunia Damai Sejahtera

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 
Filipi 4: 7


Dosa telah merusak damai sejahtera kita. Jika diri belum ditaklukkan kita tidak dapat mencapai ketentraman hati. Nafsu angkara murka hati, tidak ada kuasa manusia yang dapat mengendalikannya. Kita tak mempunyai daya seperti halnya murid-murid untuk mengatasi badai yang ganas. Akan tetapi Ia yang meneduhkan angin ribut di laut Galilea yang telah mengucapkan damai sejahtera kepada setiap jiwa. Betapa ganasnya badai memukul, mereka yang berpaling kepada Kristus dengan seruan, "Tuhan, selamatkan kami," akan dilepaskan. kasih karuniaNya, yang mendamaikan jiwa kepada Allah, menenangkan amarah  manusia, dan di dalam kasihNya hati itu tentram .... "Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5 : 1). "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya "(Yesaya 32:17).

Barangsiapa setuju meninggalkan dosa dan membuka hatinya kepada kasih Kristus, ia akan menjadi seorang yang turut ambil bagian akan damai sejahtera sorga ini. Tidak ada lagi damai yang lain melebihi damai sejahtera yang dari sorga ini. Kasih karunia Kristus yang diterima masuk ke dalam hati, menaklukkan roh permusuhan; menentramkan perselisihan dan mengisi jiwa dengan kasih. Ia yang hidup berdamai dengan Allah dan dengan teman sesama manusia tidak akan menderita sengsara. Kecemburuan tidak tidak lagi tinggal di dalam hatinya; sangka-sangka jahat tidak ada lagi tempatnya; kebencian tidak ada lagi disana. Hati yang selaras dengan Allah adalah yang akan turut ambil bagian akan damai sorga dan akan memancarkan pengaruh yang mendatangkan berkat kepada orang-orang disekelilingnya. Roh damai sejahtera itu akan menenangkan hati , bagaikan embun yang menyiram hati yang penat dan disusahkan dengan pergolakan duniawi.

pengikut - pengikut Kristus diutus ke dunia ini bersama-sama dengan pekabaran damai sejahtera. Barangsiapa, dengan hati yang tenang, yang tanpa disadari mengembangkan pengaruh kehidupan yang kudus, akan menunjukkan kasih Kristus;  barangsiapa, yang dengan perkataan atau perbuatan akan menuntun orang lain meninggalkan dosa dan menyerahkan hatinya kepada Allah adalah seorang juru damai.

Dan "berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5: 9). Roh damai adalah tanda kesaksian hubungan mereka dengan sorga. Nikmat kehidupan Kristus yang manis mengelilingi mereka. Bau harum kehidupan, tabiat yang patut dan manis menunjukkan kepada dunia ini kenyataan bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Manusia dapat mengetahui akan hal mereka bahwa mereka adalah bersama-sama dengan Yesus.

Jumat, 17 Juni 2016

Hubungan Baik dengan ALLAH

Jawab Yesus : "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. 
Yohanes 14:23


Perhatikanlah hubungan Kristus yang erat di dalam ayat ini untuk melihat hubungan yang terdapat di antara Bapa dan anak-anak-Nya. Hadirat-Nya dan penjagaan-Nya adalah sesuatu yang kekal. Apabila kita berharap dalam kuasa Kristus yang menyelamatkan itu, segala tipu daya dan kelicikan pasukan yang sudah jatuh ke dalam dosa itu tidak dapat membencanai kita. malaikat-malaikat sorga senantiasa beserta kita, menuntun dan melindungi kita. Allah telah mentahbiskan kita akan memiliki kuasa-Nya yang menyelamatkan itu beserta dengan kita, menyanggupkan kita melakukan segala kehendak-Nya. Marilah kita meraih segala janji-Nya dan mendambakannya saat demi saat. Biarlah kita percaya bahwa maksud Tuhan adalah seperti yang telah dikatakan-Nya.

Terdapat suatu kemungkinan bagi orang yang percaya di dalam Kristus untuk mengalami suatu pengalaman yang akan menjadikan dia cukup mantap untuk menempatkan dirinya di dalam hubungan yang benar dengan Allah. Setiap janji yang terdapat di dalam Buku Allah menyodorkan kepada kita keberanian agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi itu. Inilah kemungkinan itu, berharap kepada Allah, mempercayai Firman-Nya, melakukan pekerjaan-Nya; dan ini dapat kita lakukan apabila kita berpegang teguh kepada keilahian Kristus.

Kemungkinan ini lebih berharga bagi kita daripada segala kekayaan di dunia ini. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang dapat dibandingkan dengannya. Jika kita berpegang kepada kuasa yang ditaruh di dalam daya jangkau kita, kami menerima suatu pengharapan yang begitu kuat sehingga kita dapat berharap sepenuhnya atas janji-janji Allah; demikian pula kita berpegang pada kemungkinan-kemungkinan yang ada pada Kristus, sehingga kita menjadi putra dan putri Allah.

Ada banyak perkara yang tinggi yang patut dicapai orang Kristen. Ia dapat berusaha mencapai yang lebih tinggi. Yohanes mempunyai suatu pikiran yang meluhurkan seorang Kristen. Ia berkata, "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah" (1 Yohanes 3: 1). Bukanlah perkara yang mustahil bagi manusia untuk naik menuju kemuliaan yang lebih tinggi daripada apa yang dicantumkan di dalam ayat ini. Kepada manusia diberikan jaminan dan hak menjadi ahli waris Allah dan yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus. Kepada mereka yang menerima hak yang tinggi itu akan dibukakan kekayaan Kristus yang tak terselidik hati itu, yang beribu kali ganda lebih mahal harganya daripada kekayaan dunia ini. Demikianlah, dengan perantaraan jasa Kristus Yesus, manusia yang fana diangkat kepada persekutuan dengan Allah dan dengan Anak-Nya yang kekasih itu.

Kamis, 16 Juni 2016

Di Tangan Tukang Periuk

Tapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat, dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu. 
Yesaya 64: 8


Di dalam firman-Nya Allah membandingkan diri-Nya sendiri kepada seorang tukang periuk dan umat-Nya sebagai tanah liat. Pekerjaan-Nya ialah membentuk dan menempa mereka menurut kehendak-Nya sendiri. Pelajaran yang hendak mereka pelajari adalah pelajaran kepatuhan. Kehendak diri sendiri janganlah dianggap utama. Jika perhatian yang sepatutnya diberikan kepada petunjuk Ilahi, jika diri diserahkan menurut kehendak Ilahi, maka tangan Tukang periuk akan menghasilkan sebuah periuk yang bagus menurut bentuknya.

 Hubungan sejati yang manis dengan Kristus terjadi karena penurutan kepada sabda yang berbunyi, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu ...." Pekerja yang memiliki pengalaman ini mempunyai satu kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kepenuhan kasih yang mendatangkan pengetahuan. Kesanggupannya untuk menikmati kasih Allah senantiasa bertambah-tambah. Dengan belajar setiap hari di dalam sekolah Kristus dia memperoleh kemampuan yang senantiasa bertambah-tambah untuk menggenggam makna kebenaran yang mulia itu hingga pada zaman kekekalan ....

Ia menyadari bahwa dia adalah bahan yang sedang dikerjakan Allah, dan ia haruslah bersikap menerima di dalam tangan Tuannya. Ujian datang kepadanya, karena kecuali ia diuji oleh percobaan dan kekecewaan ia tidak akan pernah mengetahui akan kekurangannya dalam akal budi dan pengalaman.

Jika ia mencari Tuhan dengan rendah hati dan berharap, setiap pencobaan akan mendatangkan kebaikan. kadang-kadang ia tampak seolah-olah gagal, bahkan sangkaannya kegagalan untuk mencapai tempat yang diharapkannya menjadi tempatnya berdiri mungkin jalan Allah membawa kemajuan baginya. Ia menyangka bahwa ia telah gagal, akan tetapi sangkaannya akan kegagalan itu berarti suatu pengetahuan yang lebih baik dari hal dirinya sendiri dan menguatkan pengharapannya di dalam Allah ....  mungkin ia melakukan kesalahan-kesalahan, tapi ia belajar untuk tidak mengulangi segala kesalahan ini. Dengan bersatu dengan Kristus, Pokok Anggur yang benar, dia disanggupkan untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah ....

Tuhan merindukan kita supaya menjadi orang  yang lemah lembut, rendah hati dan bertobat, sehingga dipenuhi dengan jaminan yang datangnya dari suatu pengetahuan akan kehendak Allah. Ia "memberikan kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban .... Yang menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri ... "
( II Timotius 1:7-9).

Surga Kecil di Dunia Ini

Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurahan Tuhan. Zefanya 2: 3

Membangun untuk Zaman yang Kekal

Supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. 
Kolose 4:12

Allah Yang Tidak Berbatas -yang hanya satu-satunya sanggup menertibkan dan membuat indah bumi yang gelap gulita dan kalang kabut itu -sanggup juga menaklukkan hati manusia yang memberontak itu serta membawa hidupnya sepadan dengan kemauan ilahi. Roh-Nya dapat mengalahkan tabiat pemberontak manusia ....

Hari demi hari kita membangun tabiat, dan kitapun membangun untuk zaman yang kekal. Allah rindu hidup kita menjadi teladan kepada manusia di dunia ini untuk menjadi  apa mereka kelak dan apa yang mereka dapat capai kelak dengan perantaraan Injil Kristus itu. Marilah kita menempatkan diri kita ke dalam tangan Allah, berlaku dengan apa yang Ia lihat paling baik .... "Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" (1 Korintus 3: 9). Jika kita membangun dengan bekerjasama dengan Dia, maka susunan bangunan yang kita dirikan akan bertambah lebih indah setiap hari dan lebih selaras kemolekannya di bawah tangan pengendalian Ahli Bangunan yang Agung itu, dan bangunan itu tahan sampai selama-lamanya.

Penyucian adalah satu pekerjaan yang terus maju. Hal itu adalah pekerjaan yang terus menerus, menuntun manusia lebih tinggi dan lebih tinggi. Pekerjaan itu bukannya membelakangkan kasih, akan tetapi membawa dia masuk ke dalam hidup sebagai suatu wujud penting dalam keKristenan.

Kristus berkata kepada kita, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Matius 5:48). Ialah teladan kita. Selama hidup-Nya di atas dunia ini Ia selalu manis budi dan lemah lembut. Pengaruh kehidupanNya senantiasa memancarkan bau harum, karena di dalam Dia terdapat kasih yang sempurna. Ia tidak pernah bersekongkol dengan yang salah untuk memperoleh pujian orang lain. Jika kita memiliki kebenaran-Nya itu, maka kita akan menyerupai Dia dalam sifat kelemah lembutan, di dalam penahanan diri, dan dalam kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Bukankah kita, dengan tinggal di dalam sinar cahaya hadiratNya, dilembutkan oleh anugerahNya?

Marilah kita menghargai pengakuan iman kita. Marilah kita menghiasi hidup kita dengan perangai yang indah. Perkataan dan tindakan yang kasar bukanlah datangnya dari Kristus, melainkan dari Setan. Akankah kita, dengan berpaut pada ketidaksempurnaan dan cacat cela kita, mempermalukan Kristus ? RahmatNya dijanjikan bagi kita. Jika kita mau menerimanya, itu akan memperindah hidup kita .... Cacat cela dan kekurangan kita akan diubahkan menjadi kebaikan dan kesempurnaan. Kehidupan kita akan dihiasi dengan rahmat yang menghiasi hidup Kristus yang begitu indah.

Selasa, 07 Juni 2016

Satu Kuasa yang Tidak Kelihatan

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh. 
Yohanes 3: 8


Roh Kudus berjuang melawan setiap orang. Ini adalah suara Allah yang berbicara kepada jiwa.

Tidak ada pikiran manusia yang paling terpelajar sekalipun dapat menentukan cara bekerjanya Roh Kudus itu terhadap pikiran dan tabiat manusia, namun mereka dapat melihat hasilnya terhadap hidup dan tingkah laku ....

Meskipun kita tidak dapat melihat Roh Allah, kita tahu bahwa manusia yang telah mati di dalam perhambaan dosa dan pelanggaran telah diyakinkan dan ditobatkan atas pekerjaan Roh itu. Pikiran yang sembrono dan keras hati menjadi sungguh-sungguh. Orang yang berhati keras mengaku dosa-dosanya, dan orang yang tidak beriman menjadi percaya. Pemain judi, pemabuk, perisau berubah menjadi orang yang hidup tenang, sederhana, dan suci.Orang yang suka  berontak dan keras kepala menjadi lemah lembut dan menyerupai Kristus.

Apabila kita melihat segala perubahan ini di dalam tabiat, kita dapat yakin bahwa kuasa Allah yang mempertobatkan telah mengubahkan orang itu secara keseluruhannya. Kita tidak melihat Roh Kudus itu, tetapi kita melihat bukti pekerjaannya dalam perubahan tabiat orang-orang berdosa yang keras dan tegar hati itu. Sebagaimana  angin bertiup keras atas pepohonan yang tinggi dan merubuhkannya, demikianlah Roh Kudus itu dapat bekerja atas hati manusia, dan tidak ada manusia fana dapat mengecilkan pekerjaan Allah ....

Engkau tidak dapat melihat cara bekerjanya, akan tetapi engkau dapat melihat hasilnya.

Mereka yang bukan saja hanya mendengar tetapi juga melakukan firman Kristus, menunjukkan penyataan pekerjaan Roh Kudus itu di dalam tabiat. Akibat pekerjaan Roh Kudus di dalam hati ditunjukkan dengan nyata di dalam tingkah laku luar. Kehidupan  Kristen disimpan bersama Kristus di dalam Allah, dan Allah mengakui mereka yang menjadi milikNya, katanya, "Engkaulah saksi-saksiku." Mereka menyaksikan bahwa kuasa ilahi sedang mempengaruhi hati mereka dan membentuk tingkah laku mereka. Pekerjaan mereka menunjukkan bukti bahwa Roh sedang bergerak di dalam hati mereka; sehingga orang-orang yang bergaul dengan mereka diyakinkan bahwa mereka membuat  Kristus Yesus sebagai teladan mereka.

Orang-orang yang berhubungan dengan Allah adalah menjadi saluran bagi kuasa Roh Kudus itu .... Kehidupan jiwa secara batin akan menunjukkan kehidupan itu sendiri di dalam tingkah laku luar.

The Old Rugged Cross

On a hill far away, stood an old rugged Cross
The emblem of suff'ring and shame
And I love that old Cross where the dearest and best
For a world of lost sinners was slain

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

Oh, that old rugged Cross so despised by the world
Has a wondrous attraction for me
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To bear it to dark Calvary

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

In the old rugged Cross, stain'd with blood so divine
A wondrous beauty I see
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To pardon and sanctify me

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

To the old rugged Cross, I will ever be true
Its shame and reproach gladly bear
Then He'll call me some day to my home far away
Where his glory forever I'll share

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown


Senin, 06 Juni 2016

Bukan untuk Menghakimi, Melainkan untuk Menyelamatkan

 Sebab Allah  mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh dia. 
Yohanes 3:17



Banyak jiwa yang gusar dalam ketidakadaan kepercayaan. Mereka bertanya, "Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa Allah berdamai dengan saya? Bagaimana saya dapat yakin bahwa Ia mengasihi dan mengampuni saya? " Bukanya engkau anak muda, yang membuat dirimu sendiri benar terhadap Allah. Yesus mengundang engkau  datang kepada-Nya dengan segala beban dan kesulitanmu .... Terimalah janji itu dan perlengkapan yang telah disediakan Allah  .... Palingkanlah pandanganmu dari diri sendiri lalu pandang Yesus; karena di dalam Kristuslah tabiat Bapa dinyatakan.

 Darah Kristus yang senantiasa menjad kekuatan kita adalah satu-satunya pengharapan kita, karena hanya dengan perantaraan jasaNya kita memperoleh keampunan dan damai.

Tabiat Allah sebagaimana dinyatakan Kristus mengundang iman dan kasih kita, karena kita mempunyai Bapa yang rahmat dan berbelas kasihanNya tidak pernah gagal. Pada setiap langkah perjalanan kita menuju sorga Ia akan bersama dengan kita menuntun kita di dalam setiap kekacauan, dan memberi kita pertolongan di dalam setiap pencobaan.

Akal pikiranmu dan angan-angan hatimu akan disentuh oleh kuasa Kristus yang mengaruniakan hidup itu, sehingga berbagai macam keindahan dan kebenaran terkesan di dalamnya. Ada kebenaran-kebenaran yang penting dan sangat berharga yang menuntut perenungan daripadamu, agar engkau dapat memiliki landasan iman yang sehat dengan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. O ,orang yang mencari kebenaran dengan dangkal dan sia-sia akan mengetahui bahwa akal budi dunia ini, berapa banyakpun diperoleh, tidak mengenal Allah.

Adalah baik berusaha belajar segala sesuatu yang mungkin dari alam, akan tetapi janganlah gagal memandang dari alam kepada Kristus untuk memperoleh gambaran yang sempurna tentang tabiat Allah yang hidup. Dengan merenung-renungkan Kristus, oleh menyesuaikan diri kepada persamaan ilahi, maka pengertianmu tentang tabiat ilahi akan diperluas, dan pikiran serta hatimu akan diangkat lebih tinggi, dijernihkan, dan diluhurkan. Biarlah orang-orang muda bertujuan tinggi, tidak menyandarkan kepercayaan atas akal budi manusia, melainkan hidup sehari demi sehari seolah-olah memandang Dia yang tidak kelihatan, melakukan pekerjaan mereka sebagaimana di hadapan pandangan makhluk-makhluk sorga  ....

 Ia yang senantiasa bergantung kepada Allah melalui pengharapan yang sederhana dan senantiasa berdoa denga yakin, akan dikelilingi oleh malaikat - malaikat sorga. Ia yang hidup dengan iman di dalam Kristus, akan diperkuat dan ditopang, disanggupkan untuk berperang dalam peperangan iman dengan baik, lalu merebut hidup yang kekal.

Surga yang Mulia - Januari 10

Kuasa yang Tak Terhingga

Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Borza dengab baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar ? Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan. 
Yesaya 63: 1



 Hanya Anak Allah yang tunggal itulah yang datang ke dunia ini untuk menebus umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ia telah mengaruniakan kepada kita bukti kuasaNya yang besar. Ia mau menyanggupkan mereka yang menerima Dia untuk membangun tabiat yang terlepas dari segala kecenderungan yang dinyatakan oleh Setan . Kita dapat melawan musuh itu dan segala tentaranya. Peperangan itu akan dimenangkan, kemenangan akan diperoleh oleh dia yang memilih Kristus sebagai pemimpinnya, yang bertekad melakukan yang benar karena itu benar.

 Tuhan  kita  yang ilahi itu senantiasa sama terhadap setiap kejadian yang tak disangka-sangka. KepadaNya  tiada yang mustahil. Ia telah menunjukkan kasih-Nya yang besar itu kepada kita dengan menghidupkan suatu kehidupan penyangkalan dan pengorbanan diri sendiri dan oleh kematian yang mengerikan. Datanglah kepada Kristus  sebagaimana adanya .... Serahkanlah segenap dirimu ke atas rahmatNya. Tidak ada kesulitan di dalamnya atau tanpa berbuat demikian engkau tak dapat memperoleh kekuatan dariNya.

 Ada orang yang diliputi suasana hati yang bergelora; akan tetapi ia yang telah meneduhkan angin ribut di laut Galilea itu akan berkata kepada orang yang berhati gelisah dan susah, "Diam, tenanglah." Tidak ada amukan yang tidak dapat ditaklukkanNya, jika  hati itu diserahkan kepada penjagaanNya.

Orang yang menyerahkan jiwanya kepada Yesus tidak perlu putus harap. Kita mempunyai Juruselamat yang sangat berkuasa. Pandanglah kepada Yesus, pencipta dan yang melengkapkan imanmu, dan engkau dapat berkata, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut "(Mazmur 46: 2,3) ....

 Biarlah kita lebih berharap di dalam Penebus kita. Janganlah berbalik dari mata air Lebanon untuk mencari penyegaran pada kolam yang bocor, yang tidak dapat menampung air. Percayalah di dalam Tuhan. Percaya yang bergantung pada Yesus membawa kemenangan yang bukan saja mungkin tetapi pasti. Meskipun banyak orang  maju di dalam jalan yang salah, meskipun pandangan tetap pada kekecewaan, namun demikian kita dapat memiliki jaminan yang penuh di dalam diri Pemimpin kita; sebab "Akulah Allah," firmanNya, " tidak ada yang lain" (Yesaya 45:22). Ia mempunyai kuasa yang tiada terbatas, dan sanggup menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya. Tidak ada yang lain yang di dalamnya kita selamat menaruh percaya kita.3

Surga yang Mulia - Januari 11

Kristus Wahyu Allah

Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. 
Yohanes 16:27

Dalam memandang kekudusan dan kemuliaan Allah semesta alam, kita merasa gentar, karena kita tahu bahwa keadilan-Nya tidak mengizinkan Dia untuk membebaskan kesalahan. Akan tetapi kita tidak perlu tetap dalam perasaan gentar; karena Kristus datang ke dunia ini untuk menyatakan tabiat Allah, menjelaskan kepada kita kasihNya sebagai Bapa terhadap semua orang yang diangkatNya sebagai anak-anakNya. Janganlah kita mengukur  tabiat Allah hanya dengan mengagumi sifat-sifat alam saja, akan tetapi oleh kehidupan Yesus yang manis dan sederhana itu, yang menampilkan Yehovah sebagai yang lebih berkemurahan dan penuh rahmat, lebih berbelas kaasihan, lebih lemah lembut dibandingkan dengan bapa kita yang di dunia ini.

Yesus mengemukakan Bapa itu sebagai seorang yang kepadanya kita menaruh keyakinan kita dan menyampaikan segala kekurangan kita. Tatkala kita merasa gentar terhadap Allah, dan diliputi dengan pikiran tentang kemuliaan dan kebesaranNya, Bapa menunjuk kita kepada Kristus sebagai wakil-Nya. Apa yang engkau lihat dinyatakan di dalam Yesus, tentang kelemahlembutanNya, belas kasihanNya, dan cintaNya adalah pantulan sifat Bapa itu. Salib Golgota menyatakan kasih Allah itu kepada manusia. Kristus menggambarkan Penguasa alam semesta itu sebagai Allah kasih. Dengan perantaraan mulut nabi Ia berkata, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu  kepadamu" (Yeremia 31: 3).

Kita harus menghampiri Allah melalui jasa-jasa nama Kristus, dan Allah mengundang kita  membawa kepada-Nya segala kesukaran dan pencobaan yang menimpa diri kita; karena Ia mengerti segala perkara itu. Ia tidak suka kita membukakan segala kesengsaraan kita ke telinga manusia. Melalui darah Kristus kita dapat datang menghampiri takhta karunia itu dan mencari kasih karunia untuk menolong pada waktu kekurangan. Kita dapat menghampiri  dengan hati yang pasti, dan berkata, "yang berkenan kepadaku adalah yang hidup di dalam Dia yang dikasihiNya." "Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa." "Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepadaNya" ( Efesus 2:18; Efesus 3:12).

Sebagaimana seorang bapa yang di dunia ini mendorong hati anaknya supaya senantiasa datang kepadanya, demikianlah Tuhan memberikan hati kita supaya membentangkan segala kekurangan dan kesulitan kita, ucapan terimakasih dan kasih kita dihadapanNya. Setiap janji adalah pasti. Yesuslah jaminan dan pengantara kita, dan telah meletakkan pada kita setiap sumber yang memungkinkan kita memiliki suatu tabiat yang sempurna.

Surga yang Mulia - Januari 12

Perjanjian yang Saling Mengikat

Tetapi semua orang yang menerimaNya,  diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
Yohanes 1:12



Keselamatan dikuatkan oleh satu perjanjian yang saling mengikat. "Semua orang yang menerimanya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah." Maukah engkau dengan segenap hatimu,  pikiran dan jiwamu ikut dalam perjanjian ini?

Pandanglah kepada Penebusmu di dalam iman dan kasih yang tekun, untuk memperoleh kuasa dan akal budi melakukan tugas pembangunan tabiat. Ia duduk sebagai seorang yang menjernihkan, memurnikan emas dan perak dari sanganya. Setelah itu pandanglah selalu kepada Dia, lalu engkau akan lihat tidak ada bahan-bahan bangunan murahan dan tak berharga yang akan terpakai ke dalam susunan pembangunan tabiatmu.
Dengan iman engkau dapat menerima jasa-jasa darah Anak Allah, telah dicurahkanNya agar orang berdosa tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Allah telah meletakkan di atasNya segala kuasa, agar Ia dapat membagikan pertolongan kepada setiap orang yang mau melawan Setan dan mengakui Kristus sebagai satu-satunya harapanNya .... Apabila engkau mau bekerja sama dengan Dia yang dapat menjaga engkau supaya tidak jatuh, maka permohonanmu kepadaNya akan dikabulkan. Kristus, Tabib besar itu akan menyembuhkan engkau. Ia bekerja dengan penuh kuasa bersama-sama dengan setiap orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia akan memberi kekuatan dan kemenangan. Segala sifat tabiat yang jahat dan hina dapat dihapuskan oleh Dia yang telah membeli engkau menjadi  milikNya ....

Lawanlah musuh itu. Singkirkanlah dirimu dari penguasa kerajaan angkara dan dari pasukan tentaranya.

Setan akan melawan segala usaha mereka yang memilih untuk berdiri di samping Tuhan. Ia akan mengerahkan segala macam pencobaan untuk menggagalkan usaha mereka. Akan tetapi Allah telah mengaruniakan AnakNya untuk memikul dosa-dosa mereka yang mencari kebenaran dan keadilanNya. Ia berdiri dan siap mengaruniakan kasih karuniaNya kepada setiap orang yang memandang padaNya di dalam iman ....

Melatih iman dan keberanian yang gagah akan memperluas pengertian tentang apa yang dimaksud menjadi seorang Kristen. Kita haruslah berusaha mencapai  iman seperti itu yang bekerja dengan kasih dan menyucikan jiwa. Kita akan menghadapi pertentangan yang pedas dengan sifat turunan dan kecenderungan terhadap yang jahat. Oleh sebab itu, hendaklah di sana terdapat sikap yang teguh bergantung kepada Jurumudi keselamatan kita. Ia tidak akan gagal melakukan apa yang patut ia lakukan.

Surga yang Mulia - Januari 13

Perubahan Hati

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kisah Para Kisah para Rasul 3:19


Agar kita diselamatkan, kita haruslah mengetahui melalui pengalaman arti pertobatan sejati. Adalah merupakan suatu kesalahan yang menakutkan bagi pria dan wanita dari hari ke hari mengaku sebagai orang-orang Kristen pada hal tidak sesuai dengan namanya. Pada pemandangan Allah pengakuan itu tidak ada artinya, kedudukanpun tidak berarti. Ia bertanya, Adalah kehidupan itu selaras dengan segala ajaranKu? banyak orang mengira bahwa mereka sudah bertobat, akan tetapi mereka tidak sanggup memikul ujian tabiat yang terdapat di dalam Firman Allah ....

Pertobatan adalah perubahan hati, berbalik dari ketidakbenaran kepada kebenaran. Percaya kepada jasa-jasa Kristus, menghidupkan iman sejati di dalam Dia, membuat orang berdosa yang bertobat itu menerima keampunan dosa. Tatkala ia berhenti berbuat jahat dan mulai belajar melakukan dengan baik, ia bertumbuh di dalam kasih karunia dan di dalam pengetahuan akan Allah. Ia melihat bahwa dalam usaha untuk mengikuti Yesus ia harus memisahkan dari dunia ini,  dan setelah ia menghitung-hutung segalanya, ia menganggap segalanya tiada artinya  jika ia dapat memenangkan Kristus. Ia mendaftarkan diri ke dalam tentara-Nya dan dengan keberanian dan sukacita ia turut  berperang, melawan segala kecenderungan alamiah dan kesukaan mementingkan diri sendiri lalu menyerahkan kemauan kepada kehendak Kristus. Setiap hari ia mencari Tuhan supaya memperoleh kasih karuniaNya, dan ia dikuatkan serta ditolong. sekali diri berkuasa dalam hati maka kesukaan-kesukaan duniawipun menjadi kesukaannya. Sekarang diri itu dibuangkan, dan Allahlah yang bertahta. Hidupnya menunjukkan buah kebenaran. Dosa-dosa yang pada suatu kali ia senangi, sekarang ia benci. Dengan hati yang teguh dan tabah ia berjalan pada jalan kesucian. Inilah yang disebut pertobatan sejati ....

Jangan kita lupa bahwa di dalam pertobatan dan penyucian, manusia harus bekerja sama dengan Allah. " Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar," kata Firman itu. "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya." (Filipi 2:12, 13). Manusia tidak dapat mengubahkan dirinya sendiri oleh bertindak menurut kemauan sendiri. Ia tidak memiliki kuasa untuk memperoleh perubahan itu. Tenaga yang baru itu haruslah datang dari Allah. Perubahan hanya terjadi oleh kuasa Roh Kudus. Ia yang mau diselamatkan, mulia atau hina, kaya atau miskin haruslah tunduk kepada pekerjaan kuasa ini.

Surga yang Mulia - Januari 14

Kasih Karunia ALLAH Mengubahkan Hidup

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 
Yohanes 3: 7


Kebenaran yang besar mengenai pertobatan hati oleh Roh Kudus dikemukakan di dalam kata-kata Kristus kepada Nikodemus: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah .. .. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging; dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh "(Yohanes 3: 3-6).

 Dengan pembaharuan hatilah anugerah Allah bekerja mengubahkan hidup. Perubahan hanya bagian luar saja tidak cukup membawa kita hidup selaras dengan Allah.Banyak orang yang mencoba mengadakan pembaharuan dirinya oleh memperbaiki tabiatnya yang buruk yang ini atau yang itu, dan mereka mengharapkan dengan jalan ini mereka menjadi orang Kristen, akan tetapi mereka sedang mulai di dalam tempat yang salah. Tugas kita yang pertama adalah dengan hati ....

Ragi kebenaran bekerja diam-diam, tenang, mantap, untuk mengubahkan jiwa. Segala Kecenderungan alamiah dihaluskan dan ditaklukkan. pikiran baru, perasaan baru, motif baru, ditanamkan. Sebuah ukuran tabiat baru telah dibuat - menurut hidup Kristus. pikiran diubahkan, kesanggupan pikiran pikiran dibangkitkan untuk bekerja dalam cara yang baru. Manusia bukan-nya dikaruniai dengan kesanggupan yang baru, Melainkan kesanggupan yang dimilikinya itulah yang disucikan. hati nurani dibangunkan.

Kitab Suci adalah perantara penting di dalam pengubahan tabiat ini. Kristus berdoa, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). Jika hal itu telah dipelajari dan dituruti, maka Firman Allah bekerja dalam hati, menaklukkan setiap sifat yang tidak kudus. Roh Kudus datang untuk menyatakan dosa, dan iman yang bersemi di dalam hati bekerja dengan kasih kepada Kristus, menyesuaikan kita, tubuh, jiwa, dan roh menurut kemauanNya.

Seorang manusia melihat bahaya yang menimpa dirinya. Ia melihat bahwa ia memerlukan perubahan tabiat, perubahan hati. Hatinya mulai digerakkan; ia mulai merasa takut. Roh Allah sedang bekerja di dalam dia, dan dengan rasa takut dan gentar ia mulai bekerja untuk dirinya sendiri, berusaha mencari segala kekurangannya dan melihat apa yang dapat ia lakukan untuk mengadakan perubahan yang diperlukan dalam hidupnya .... Ia mengakui dosa-dosanya kepada Allah, dan jika ia pernah melukai hati seorang, ia mengakui kesalahannya itu kepada orang yang dilukai hatinya ....

 Ia bertindak sepadan dengan pekerjaan Roh, dan pertobatannya sungguh-sungguh.

Surga yang Mulia - Januari 15

Senin, 30 Mei 2016

Kasih yang Tak Terukur

Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal,sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Yeremia 31: 3

Mereka yang tidak kenal Allah tidak dapat melalui pelajaran atau ilmu pengetahuan menemukan Allah. Kristus tidak berusaha membuktikan rahasia besar Allah itu, akan tetapi Ia menunjukkan kasih yang tak dapat diukur oleh manusia. Ia tidak membuat kuasa Allah dan kebesaranNya menjadi tema utama dari khotbahNya. Ia amat sering berbicara tentang Dia sebagai Bapa kami .... Ia menginginkan pikiran kita, yang telah dilemahkan oleh dosa, diteguhkan untuk meraih pikiran  bahwa Allah adalah kasih adanya ....

Ayah dari anak yang hilang adalah contoh yang dipilih oleh Kristus sebagai satu gambaran Allah. Sang ayah ini ingin melihat dan menerima anak ini sekali lagi anak yang telah meninggalkannya. Ia menunggu dan menunggunya, rindu melihat dia, berharap bahwa ia akan kembali. Tatkala ia melihat orang asing mendekati dia, seorang yang miskin dan mengenakan pakaian tua yang kumal, ia keluar berlari menyongsong dia, seraya berpikir, barangkali itulah anaknya. Dan ia memberi makan dan memberi pakaian kepadanya sebagaimana layaknya anaknya yang sebenarnya. Dengan berangsur-angsur iapun memberikan hadiah kepada anaknya karena anak itu sudah kembali, dan dari bibir anak itu keluarlah kata-kata permohonan, "Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa." Lalu ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, "Lekaslah bawa kemari jubah terbaik, pakaikanlah itu kepadanyadan kebakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia  dan marilah kita makan dan bersukacita "(Lukas 15: 21-23).

Tidak ada ejekan atau hinaan yang dilemparkan kepada anak yang hilang itu karena perbuatannya yang jahat. Anak itu merasa bahwa segala perbuatannya pada hari yang sudah lalu sudah diampuni dan dilupakan, dihapuskan untuk selama-lamanya. Maka demikianlah Allah berkata kepada orang berdosa, "Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup." (Yesaya 44:22). "Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka" (Yeremia 31:34) ....

Surga sedang menunggu dan merindukan kembalinya anak-anak yang hilang beridar-idar jauh dari kandang. Banyak orang dari antara mereka yang tersesat di tempat yang jauh dapat kembali oleh pelayanan kasih dari anak-anak Allah ....

Pikirkan tentang Bapa yang membiarkan diri-Nya berduka, tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, akan tetapi dengan bebasnya ia menyerahkan Dia untuk kita semua .... Demikianlah kita mengerti lebih baik akan kasih-Nya!

Sorga yang Mulia, 4 Januari

Belajar tentang Allah melalui segala yang dijadikanNya

TUHAN itu baik untuk semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji engkau. 
Mazmur 145: 9, 10.

Kita senang merenung- renungkan tabiat dan kasih Allah di dalam segala yang dijadikanNya. Betapa bukti-bukti telah diberikanNya kepada anak-anak manusia tentang kuasa-Nya, baik tentang kasihNya sebagaimana kasih orang tua kepada anaknya! Ia telah menghiasi segala langit dan menjadikan dunia yang besar dan indah .

"Ya Tuhan , Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! ... Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan; apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? "Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, dan orang-orang yang kaukasihi akan memuji Engkau "(Mazmur 8: 1, 3, 4; Mazmur 145: 10).

Sekiranya dunia kita dijadikan dengan permukaan yang sempurna ratanya dan sama  akan meletihkan pandangan mata dan memenatkan indra. Allah telah menghiasi dunia kita dengan gunung-gunung yang tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah, dan bukit barisan. Batu-batu keras yang kasar, bukit-bukit yang gundul, juga bukit-bukit yang dihiasi dengan dedaunan yang hijau, serta lembah-lembah yang indah dan halus membuat dunia ini sebagai satu cermin keindahan. Kebajikan, akal budi, dan kuasa Allah nyata dengan jelas di mana-mana. Di atas gunung-gunung, batu-batu, bukit-bukit, dan lembah-lembah, saya melihat pekerjaan kuasa ilahi. Saya tidak akan merasa kesepian waktu menatapi pemandangan alam yang indah. Pada waktu mengadakan perjalanan melewati padang-padang dan bukit-bukit , saya merasakan suatu perasaan yang hormat dan takut , dan merasa ngeri sementara memandang karang curam dan gunung yang tinggi ditutupi es atau salju.

Hendaklah gunung-gunung, bukit-bukit, dan lembah-lembah menjadi bahan pelajaran bagi kita untuk mempelajari tabiat Allah di dalam segala ciptaan yang dijadikanNya. Segala sesuatu yang dijadikan Allah yang dapat kita lihat di dalam berbagai macam pemandangan-pada gunung-gunung, bukit-bukit, dan lembah-lembah, pada pohon-pohon, pada semak belukar, pada kembang-kembang, pada setiap daun, pada batang rumput-haruslah mengajarkan kepada kita tentang kecakapan dan kasih Allah dan tentang kuasa-Nya yang tak terhingga itu.

Mereka yang mempelajari alam tidak pernah merasa kesepian. Mereka akan menyukai jam-jam perenungan yang tenang karena mereka merasakan bahwa mereka dibawa lebih rapat berhubungan dengan Allah sementara mengikuti kuasa-Nya di dalam segala yang dijadikanNya.

Sorga yang Mulia, 3 Januari

Rabu, 25 Mei 2016

Kecukupan kita ada di dalam Kristus

Galatia 6:14
"Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia."


Oleh iman-iman yang meniadakan semua percaya diri sendiri - orang miskin yang mohon bantuan harus berpegang pada kuasa yang tidak terbatas itu.

Kewajiban lahiriah tidak dapat menggantikan iman yang sederhana dan semua penyangkalan diri.

Kita hanya dapat membiarkan Kristus menyempurnakan pekerjaan itu.

Sehingga bahasa jiwa akan menjadi, Tuhan, ambillah hatiku; karena aku tidak dapat menyerahkannya.

Itu adalah milikMu.

Sucikanlah, karena aku tak dapat memeliharanya untukMu.

Selamatkanlah aku, walaupun diriku sendiri, kelemahanku, diriku yang tidak sesuai dengan Kristus.

Bentuklah dan tempalah aku, bimbinglah aku ke dalam keadaan yang murni dan suci di mana saluran kekayaan kasihMu dapat mengalir melalui jiwaku.

Bukan hanya pada awal hidup Kekristenan panyangkalan diri itu dibentuk. Pada setiap langkah maju menuju sorga hal itu harus diperbarui.

Semua kebajikan kita bergantung pada satu kuasa dari luar diri kita sendiri.

Karena itu harus ada suatu jangkauan yang terus menerus dari hati menurut Allah, suatu kesinambungan, kesungguh-sungguhan, suatu pengakuan dosa dari hati yang hancur dan merendahkan jiwa di hadapanNya.

Hanya oleh penyangkalan diri selalu dan bergantung pada Kristus kita dapat berjalan dengan selamat.

Makin dekat kita datang kepada Yesus dan makin nyata kita mengenal kesucian tabiatNya, maka makin jelas kita mengetahui betapa hebatnya dosa dan semakin berkuranglah perasaan untuk meninggikan diri sendiri.

Mereka yang dikenal sorga sebagai orang-orang saleh adalah yang terakhir mempertunjukkan kebajikan mereka.

Rasul Petrus menjadi pelayan Kristus yang setia dan ia sangat dimuliakan oleh terang dan kuasa ilahi; ia mengambil bagian yang aktif dalam membangun gereja Kristus; tetapi Petrus tidak pernah melupakan pengalaman yang mengerikan akan penghinaannya; dosanya telah diampuni; namun ia tahu benar bahwa bagi kelemahan tabiat yang telah menyebabkan kejatuhannya hanya kasih karunia Kristus yang dapat membantu.

Ia tidak menemukan sesuatu dalam dirinya sendiri yang harus dimuliakan.

Tidak seorangpun dari rasul-rasul atau nabi-nabi yang pernah menyatakan dirinya tidak berdosa.

Orang yang hidup paling dekat kepada Allah, orang yang mau mengorbankan hidupnya sendiri daripada sengaja melakukan suatu perbuatan tercela, orang yang Allah telah muliakan dengan terang dan kuasa ilahi, adalah orang yang telah mangakui sifat mereka sendiri yang berdosa.

Mereka  tidak menaruh keyakinan di dalam dirinya, tidak menyatakan kebenaran diri sendiri, malainkan percaya sepenuhnya kepada kebenaran Kristus.

Demikianlah hendaknya semua orang yang memandang Kristus.

Pada setiap langkah maju di dalam pengalaman Kristen, pertobatan kita akan semakin dalam....... kemudian bibir kita tidak akan terbuka dalam memuliakan diri sendiri.

Kita akan mengetahui bahwa kecukupan kita hanya ada di dalam Kristus saja.

- Christ's Object Lesson 159-161

Tinggal dalam Kristus

Yohanes 15:4
"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."


Sebagaimana cabang yang tidak berdaun dan tampaknya sudah mati itu dicangkokkan kepada pokok yang hidup, kemudian melalui serat-serat dan urat-uratnya ia menghisap kehidupan dan kekuatan dari pokok yang hidup itu sehingga tidak lama kemudian ia mengeluarkan pucuk, kemudian bunga, dan akhirnya buah, demikian juga orang-orang berdosa melalui pertobatan dan iman dapat menghubungkan dirinya kepada Kristus dan memperoleh sifat-sifat ilahi, kemudian mengeluarkan buah-buah hidup suci dalam bentuk kata-kata dan perbuatan.

Yesus memiliki hidup dalam diriNya sendiri, dan hidup itu ditawarkanNya secara gratis kepada jiwa-jiwa yang mati karena pelanggaran dan karena dosa.

Sesungguhnya, Ia mau membagi-bagikan kepada mereka kesucianNya, kemuliaanNya, dan kebesaranNya.....

Cabang yang kering yang dicangkokkan kepada pokok yang hidup itu menjadi satu dengan pokok itu.

Cabang itu hidup kalau bersatu dengan pokok.

Demikianlah juga orang-orang Kristen hidup kalau ia bersatu dengan Kristus.

Orang yang berdosa dan yang fana dihubungkan kepada yang baka dan yang suci.

Jiwa-jiwa yang percaya tinggal dalam Kristus dan menjadi satu dengan Dia.

Kalau dua orang bergaul dengan akrab maka pandangan-pandangan mereka menjadi sama.
Mereka menyenangi hal-hal yang sama.

Maka orang-orang yang tinggal dalam Kristus akan menyukai hal-hal yang disukaiNya. Mereka akan senang memiliki dan menurut perintah-perintahNya..........

Cabang tadi, yang menerima makanannya dari pokok akhirnya berbunga, kemudian berbuah.

Rasa dan bau harum buah itu membuktikan hubungannya yang hidup dengan pokoknya.

Jadi orang-orang Kristen yang tinggal dalam Kristus akan mengeluarkan buah-buah.

Seperti halnya kelompok buah yang bergelantungan di cabang itu demikian juga orang Kristen akan mengeluarkan buah-buah karunia Roh - kasih, kegembiraan, damai, kesabaran, kelembutan, amal baik, iman, kerendahan hati, suka bertarak...........

Bertekadlah supaya engkau menjadi cabang-cabang pokok anggur yang mengeluarkan buah-buah.

Cabang itu bisa hidup hanya kalau ia menerima hidup dan kekuatan dari pokoknya.

Kalau begitu perbanyaklah kesempatan untuk menghubungkan dirimu lebih dekat dengan Kristus.

Hanya dengan mempercayai Dia, mengasihi Dia, meniru Dia, dan bergantung sepenuhnya kepada Dia, engkau dapat menjadi satu dengan Dia; dan melalui dirimu, hidup dan tabiatNya akan ditunjukkan kepada dunia.

- Our High Calling 145.1-5

Bersahabat dengan Yesus

Yohanes 15:14
"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."


Sifat dan kebiasaan orang-orang Kristen berbeda sekali dari sifat dan pertunjukkan-pertunjukkan yang mengasyikkan dunia.

Sesuatu yang lebih mulia dan lebih suci memikat hati orang-orang Kristen.

Orang-orang Kristen menunjukkan bahwa mereka adalah sahabat-sahabat Tuhan melalui penurutan mereka.

"Kamu adalah sahabatKu jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.........

Sekiranya kamu dari dunia tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.

Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu."

Kristuslah batu zamanmu dan bentengmu.

Kepada namaNyalah orang-orang saleh pergi berlindung, dan selamat.......

Kebenaran dan keindahan tuntutan-tuntutanNya tidak dipahami orang dunia; mereka menganggap agama Kristus sebagai suatu perhambaan, hilangnya segala kemerdekaan mereka.

Setiap tuntutan Tuhan adalah satu perintah untuk menjadi bijaksana, kaya, dan agung, dengan menggabungkan kekuatan kita yang terbatas dengan kekuatanNya yang tidak terbatas.

Sementara kita mengikuti jejak Kristus kita tidak perlu merasa malu karena hati nurani kita tidak akan pernah menyalahkan kita.

Tugas yang diberikanNya selalu masuk akal.

PekerjaanNya senantiasa terhormat dan mulia.

Sahabat-sahabat kita yang menghendaki agar kita memilih kesenangan dunia dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan dunia ini, yang memandang kita sebagai orang-orang aneh, tidak mempunyai sedikitpun hak atas kita dibandingkan hak Kristus atas kita.........

Menurut pandangan Allah manusia mempunyai nilai bila dipersatukan dengan Kristus; karena Allah adalah satu-satunya yang sanggup mengangkat martabat manusia melalui kebenaran Kristus.

Kehormatan dan kebesaran dunia adalah justru nilai yang disediakan pencipta manusia bagi mereka.

Akal budi dunia adalah kebodohan, kekuatan dunia kelemahan.

Mari kita hargai apa yang ditinggikan Tuhan.

Peluhuran tabiat yang sejati terdapat hanya melalui Kristus, Juruselamat kita mengaruniakan kebenaranNya kepada orang yang mau menyerahkan hati dan pikirannya kepadaNya.

Nilai kita sesuai dengan kadar kesetiaan kita kepada Allah.

- Our High Calling 149.1-5

Pemberian Yesus yang Terbesar

Yohanes 16:7
"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."


Kristus menandaskan bahwa setelah kenaikkanNya ke sorga Ia akan mengirimkan kepada sidang itu pemberianNya yang terbesar yaitu Penghibur - Jiwa hidupNya sendiri, sumber kekuatan sidang, terang dan hidup dunia . . .

Dalam pemberian Roh Kudus, Yesus telah memberikan kepada dunia yang terbaik yang dapat diberikan sorga . . .

Roh Kudus itulah yang mengerjakan apa yang telah diberikan oleh Juruselamat dunia.

Melalui Roh Kuduslah hati disucikan.
Melalui Roh Kudus orang percaya itu menjadi pewaris sifat-sifat ilahi.

Kristus telah memberikan RohNya sebagai kuasa ilahi untuk menaklukkan kecenderungan-kecenderungan yang jahat diwarisi secara lahiriah maupun yang diperoleh melalui kebiasaan, dan menerapkan sifatNya sendiri kepada sidang . . .

Adalah kesempatan setiap anak Allah, pria dan wanita, untuk mengundang Roh Kudus tinggal di dalam hati mereka.

Biarlah setiap anggota sidang  bertelut di hadapan Allah untuk memohon diturunkannya Roh Kudus kepadanya, "Tuhan, tambahilah  imanku.

Ajarlah aku supaya mengerti sabdaMu; penuhilah hatiku dengan RohMu." . . .

Apabila seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus, semakin hebat dia diuji dan dicobai semakin tegas dibuktikannya bahwa ia adalah utusan Kristus.

Damai yang terdapat dalam jiwa terlihat dalam raut mukanya.

Kata-kata dan perbuatannya menunjukkan kasih Juruselamat . . .

Diri disangkal. Nama Kristus tertulis dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Kita boleh berbicara tentang berkat-berkat Roh Kudus, akan tetapi kalau kita tidak menyiapkan diri kita untuk menerimanya, sejauh manakah hasil pekerjaan kita ?

Apakah kita berjuang dengan mengerahkan segala tenaga kita untuk menjadi pria dan wanita yang berkenan kepada Kristus ?

Adakah kita senantiasa berusaha maju menuju sasaran yang ada di depan kita - kesempurnaan tabiatNya ?

Apabila umat Tuhan mencapai sasaran itu, mereka akan dimeteraikan pada dahi mereka.

Dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka akan menjadi sempurna dalam Kristus, dan malaikat pencatat akan berkata, "Sudahlah genap."

Panggilan yang Mulia 150. 1-6

Selasa, 24 Mei 2016

Penurutan Satu Unsur Kebesaran Jiwa

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian."
Efesus 6:1



Yesus telah menunjukkan kepada anak-anak dan orang-orang muda, teladan yang sempurna.

Kalau engkau ingin menjadi seperti Yesus tirulah Dia.

Pola yang sempurna itu - bersih, suci, tanpa dosa, dan tak bercacat.

Pelajarilah masa kanak-kanak Kristus.

Ia anak Allah, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Ia pulang dari Yerusalem ke rumahNya, dan mengikuti perintah orang tuaNya.......

Yesus Juruselamat dunia, melakukan perintah orang tuaNya, sekalipun tugas yang harus dilaksanakanNya adakalanya kurang disenangiNya.

Sifat suka menurut adalah satu unsur kebesaran jiwa.

Tidak seorangpun bisa sungguh-sungguh besar atau baik kalau ia belum belajar menurut dengan senang hati..........

Kalau engkau tergoda untuk mengikuti keinginanmu yang bertentangan dengan kehendak orang tuamu, katakanlah, "Tidak, Yesus juga tunduk kepada orang tuaNya."

Mintalah bantuan dari Yesus, yang memahami setiap pencobaan anak-anak dan pencobaan orang muda.

Ia telah  mengalami pencobaan-pencobaan itu, oleh karena itu Ia mengetahui segala kelemahanmu, dan Ia mau menolongmu untuk mengalahkan itu.........

Usahakanlah agar engkau berguna bagi orang tuamu; agar engkau memiliki pertimbangan yang baik dan suka menolong.

Engkau dapat membantu orang tuamu dangan pelbagai macam cara.........

Lakukan dengan gembira apa saja yang dapat engkau lakukan, dengan langkah yang cepat dan wajah yang bersinar.

Dengan demikian engkau akan dapat meringankan beban orang tuamu, dan engkau akan menjadi sumber berkat dalam rumah keluargamu.......

Tugas-tugas kecil yang dilaksanakan dengan setia dicatat dalam buku catatan yang di sorga..........

Allah tidak akan berbuat salah, Ia akan mencatat semua kewajiban yang kau laksanakan untuk memuliakan namaNya.

Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau bermuka masam, melainkan usahakanlah agar wajahmu selalu berseri dan gembira, tangan senantiasa siap menurut, rasa simpati yang spontan untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan...........

Ingatlah, tabiatmu belum sempurna; engkau sedang membangun tabiat-tabiatmu tiap-tiap hari.

Tentukanlah benang kabaikan, penurutan, simpati dan kasih kepada tabiat yang sedang engkau bangun itu.

Sesuaikanlah tabiatmu itu dengan Pola yang ilahi. Didiklah dirimu agar memiliki jiwa yang lemah lembut, yang dalam pandangan Allah merupakan harta yang sangat berharga.

Engkau dapat membuat dunia ini satu tempat yang lebih baik kalau engkau mau berbuat sebaik-baiknya.

- (Our High Calling 264.1-7)

Berkenalan dengan ALLAH

Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tentram; dengan demikian engkau memperoleh  keuntungan. Terimalah apa yang diajarkan mulutNya, dan taruhlah firmanNya dalam hatimu.
Ayub 22:21, 22

Sejak awal mulanya sudah menjadi rencana pelajaran Setan untuk menyebabkan manusia supaya melupakan Tuhan, agar ia memperoleh  mereka menjadi miliknya. Oleh sebab itulah ia telah berusaha menampilkan dengan salah tabiat Allah itu, menuntun mereka mendambakan suatu pikiran yang salah tentang Dia. Khalik itu telah dikemukakan ke dalam pikiran disalut dengan sifat-sifat raja yang jahat -sebagai seorang yang bertindak sewenang-wenang, bengis, dan tidak suka mengampuni agar Dia ditakuti, dihindari, dan  dibenci oleh manusia ....

Kristus datang untuk menyatakan Allah sebagai satu Allah yang penuh kasih, Allah yang penuh rahmat, lemah lembut, dan menaruh belas kasihan. Oleh Penebus dunia ini kabut kegelapan tebal  yang dilontarkan Setan untuk menutupi takhta Allah habis disapu bersih, dan Bapa nyata lagi  sebagai Terang kehidupan kepada manusia ....

Kristus merasa sedih dengan pandangan manusia yang sangat diserap oleh perkara-perkara duniawi dan urusan dagang yang kalut sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk berkenalan dengan Allah. Kepada mereka surga itu suatu tempat yang aneh; karena sorga itu sudah luput dari perhitungan mereka. Bukan saja tidak akrab dengan perkara-perkara yang berhubungan dengan sorga, bahkan  mendengarnya saja mereka jemu. Mereka tidak suka pikiran mereka diganggu perkara yang berhubungan dengan kepentingan keselamatan mereka. Akan tetapi Tuhan rindu mengganggu pikiran mereka agar mereka berkenalan dengan Dia pada waktunya untuk menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya ....

Waktunya akan datang ketika mana pengumuman  murka Allah yang dahsyat itu akan diucapkan kepada mereka yang telah mengeraskan hatinya tidak mau setia kepada-Nya .... Akan tetapi janganlah engkau terdapat di antara mereka yang akan ditimpa murka-Nya itu.  Kita sedang hidup pada hari keselamatan-Nya. Terang dari salib Golgota sedang memancarkan cahayanya dengan jelas, dengan sinar yang cemerlang, untuk menunjukkan Yesus, korban kita karena dosa. "Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa" (Efesus 1: 7).

Allah ingin memulihkan petaNya di dalam engkau. Percayalah bahwa Ialah penolongmu. Tetapkanlah hatimu untuk berkenalan dengan Dia. Sebagaimana engkau datang dekat kepada-Nya dengan pengakuan dan pertobatan, Iapun akan datang lebih dekat kepadamu  dengan rahmat dan pengampunan.

Sorga yang mulia, 2 Januari

Senin, 23 Mei 2016

Mengajar dalam Perumpamaan

Source: https://id.wikibooks.org/wiki/Perumpamaan_Yesus



    Supaya kita dapat mengenal tabiat ilahi dan kehidupanNya, Kristus menjelma menjadi seperti kita manusia, dan tinggal di antara kita. Yang ilahi dinyatakan dalam kemanusiaan; kemuliaan yang tidak kelihatan dinyatakan dalam bentuk manusia yang kelihatan. Manusia dapat mempelajari perkara-perkara yang tidak diketahui dari perkara-perkara yang diketahui, perkara-perkara sorga telah dinyatakan melalui benda-benda dunia; Allah ditunjukkan dalam wujud manusia. Demikian pula dalam ajaran Kristus; hal-hal yang tidak diketahui, dilukiskan oleh hal-hal yang diketahui; kebenaran-kebenaran ilahi digambarkan oleh perkara-perkara dunia yang dikenal baik oleh kebanyakan orang.

Matius 13:34
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,

Matius 13:35
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Benda -benda yang ada di alam adalah perantara untuk perkara-perkara rohani; benda-benda alam dan pengalaman hidup para pendengarNya mempunyai hubungan dengan kebenaran-kebenaran dari firman Tuhan yang tertulis itu. Perumpamaan-perumpamaan Kristus adalah mata rantai dalam rantai kebenaran yang mempersatukan manusia dengan Allah dan bumi dengan sorga.

Pada zaman Kristus, manusia hampir-hampir tidak dapat melihat Allah dalam pekerjaanNya. Keadaan dosa umat manusia telah menyelubungi wajah kejadian yang indah gantinya menunjuk kepada Allah, pekerjaan-pekerjaanNya menjadi sebuah perintang yang menutupi Dia. Manusia "memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya." Orang kafir "menjadi sia-sia dan hari mereka yang bodoh menjadi gelap." Begitulah di Israel, ajaran manusia telah mengganti ajaran Allah. Tidak saja mengenai alam, tetapi upacara pengorbanan dan Kitab Suci itu sendiri, -semuanya diberikan untuk menyatakan Allah- dibuat begitu menyimpang sehingga ia menjadi alat menutupi Dia. 

Matius 6
28. Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29. namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Ketika kata-kata itu diucapkan kepada banyak orang, termasuk di dalamnya laki-laki dan perempuan yang penuh dengan kekhawatiran dan kebingungan dan kekecewaan serta kesusahan. Yesus melanjutkan:

32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Kemudian Ia membentangkan tanganNya kepada orang banyak yang ada di sekeliling, kataNya,
33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Demikianlah Kristus menerangkan pekabaran yang telah diberikanNya sendiri dengan bunga bakung dan rumput-rumput di ladang. Ia ingin agar kita membaca pekabaran itu dalam tiap-tiap bunga bakung dan setiap batang rumput. PerkataanNya penuh jaminan dan mengukuhkan iman kepada Allah.
Dalam awal mula pekerjaan-Nya, Kristus telah berbicara kepada orang banyak dengan bahasa yang amat jelas sehingga semua pendengar-Nya dapat memahami kebenaran-kebenaran yang akan membuat mereka tahu cara mendapat keselamatan. 
Ajaran melalui perumpamaan adalah populer dan mendapat hormat dan perhatian, bukan saja dari orang Yahudi, tetapi juga dari bangsa-bangsa yang lain pula. Tidak ada lagi cara mengajar yang lebih berhasil dari itu yang dapat digunakan-Nya. Jika para pendengar-Nya ingin mengetahui perkara-perkara ilahi, mereka dapat mengerti perkataan-Nya; sebab Ia selalu bersedia menerangkannya kepada penyelidik yang jujur.

Dengan menghubungkan ajaran-Nya kepada peristiwa-peristiwa kehidupan, pengalaman atau alam, Ia menarik perhatian mereka dan menaruh kesan dalam hati mereka, Sesudah itu, bila mereka memandang kepada benda-benda yang melukiskan pelajaran-pelajaran-Nya, mereka mengingat perkataan Guru ilahi itu. Bagi pikiran yang dibukakan terhadap Roh Kudus, makna yang mendalam dari pengajaran Juruselamat makin lama makin terbuka. Rahasia-rahasia bertambah terang dan apa yang sulit untuk dipahami menjadi jelas.

Yesus mengusahakan suatu jalan kepada setiap hati. Dengan menggunakan bermacam-macam perumpamaan, Ia tidak saja mempersembahkan kebenaran pada tahapan yang berbeda, tetapi menyampaikan seruan kepada para pendengar yang berbeda-beda. Minat mereka timbul melalui kisah-kisah yang diambil dari seputar kehidupan sehari-harinya. Tidak seorangpun yang mendengar kepada Juruselamat dapat merasa bahwa mereka dilalaikan atau dilupakan. Orang paling hina, paling berdosa, mendengar dalam ajaran-Nya sebuah suara berbicara kepada mereka itu dengan perasaan simpati dan kelemah lembutan.

Di antara orang banyak yang berkerumun di sekeliling Dia, terdapat imam-imam, rabbi-rabbi, orang saduki serta tua-tua, Herodian dan penghulu-penghulu, orang yang cinta dunia, orang yang gila kedudukan, orang yang penuh ambisi, dan di atas segala-galanya itu terdapat pula orang-orang yang mencari-cari sesuatu tuduhan yang dapat dilontarkan kepada-Nya. Juruselamat mengerti tabiat orang-orang itu dan Ia mempersembahkan kebenaran dalam cara yang sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat memperoleh sesuatu untuk mengajukan Dia ke hadapan Sanhedrin, 

Dalam perumpamaan Ia mencela kemunafikan dan perbuatan jahat orang yang menempati kedudukan yang tinggi dan di dalam bahasa kiasan membungkus kebenaran yang begitu tajam sehingga kalau itu diucapkan secara langsung, tidak akan mereka dengarkan perkataan-Nya dan segera mengakhiri pekerjaan-Nya. 

Tetapi sementara Ia menghindari mata-mata itu, Ia menjadikan kebenaran begitu amat jelas sehingga kesalahan ditunjukkan dan orang yang jujur hatinya beroleh manfaat dari pelajaran-pelajaran-Nya.

Hikmat ilahi, karunia yang tak terbatas, dijadikan terang melalui benda-benda ciptaan Allah.

Dalam ajaran perumpamaan Juruselamat terdapat suatu petunjuk mengenai apa yang mencakup "pendidikan tinggi" yang benar. Kristus dapat memaparkan di hadapan manusia kebenaran-kebenaran yang dalam dari ilmu pengetahuan. Ia dapat membuka rahasia-rahasia yang memerlukan usaha dan penelitian berabad-abad untuk menembusinya. Ia dapat memberikan anjuran-anjuran dalam bidang-bidang ilmiah yang dapat memberikan bahan pemikiran serta rangsangan untuk sesuatu penemuan sampai kepada akhir zaman.

Ia mengajar mereka untuk memandang Dia sebagaimana dinyatakan dalam pekerjaan-Nya, di dalam firman-Nya dan oleh takdir-Nya. Apa yang penting bagi perkembangan tabiat, yang akan memperbesar kemampuan manusia untuk mengenal Allah dan meningkatkan kemantapannya untuk berbuat baik. Ia berbicara kepada manusia mengenai kebenaran-kebenaran itu, yang berhubungan dengan perangai hidup dan yang memegang perkara-perkara yang kekal.

Dalam pelajaran-pelajaran yang langsung dari alam inim ada kesederhanaan dan kemurnian yang menjadikannya bernilai teramat tinggi. Dalam dirinya sendiri, keindahan alam memimpin jiwa-jiwa itu jauh dari dosa dan penarikan-penarikan duniawi dan condong kepada kemurnian, kesejahteraan dan Allah. Hendaklah segala sesuatu yang nampak oleh mata mereka, melihat atau tangan mereka menjamah untuk dijadikan satu pelajaran dalam pembangunan tabiat, Dengan demikian, kekuatan pikiran akan diperkuat, tabiat dikembangkan, seluruh kehidupan dimuliakan.

Ringkasan dari buku:
Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus - Bab 1

Next: Bab 2 - Seorang Penabur
 

Template by BloggerCandy.com