Pages

Senin, 23 Mei 2016

Mengajar dalam Perumpamaan

Source: https://id.wikibooks.org/wiki/Perumpamaan_Yesus



    Supaya kita dapat mengenal tabiat ilahi dan kehidupanNya, Kristus menjelma menjadi seperti kita manusia, dan tinggal di antara kita. Yang ilahi dinyatakan dalam kemanusiaan; kemuliaan yang tidak kelihatan dinyatakan dalam bentuk manusia yang kelihatan. Manusia dapat mempelajari perkara-perkara yang tidak diketahui dari perkara-perkara yang diketahui, perkara-perkara sorga telah dinyatakan melalui benda-benda dunia; Allah ditunjukkan dalam wujud manusia. Demikian pula dalam ajaran Kristus; hal-hal yang tidak diketahui, dilukiskan oleh hal-hal yang diketahui; kebenaran-kebenaran ilahi digambarkan oleh perkara-perkara dunia yang dikenal baik oleh kebanyakan orang.

Matius 13:34
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,

Matius 13:35
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Benda -benda yang ada di alam adalah perantara untuk perkara-perkara rohani; benda-benda alam dan pengalaman hidup para pendengarNya mempunyai hubungan dengan kebenaran-kebenaran dari firman Tuhan yang tertulis itu. Perumpamaan-perumpamaan Kristus adalah mata rantai dalam rantai kebenaran yang mempersatukan manusia dengan Allah dan bumi dengan sorga.

Pada zaman Kristus, manusia hampir-hampir tidak dapat melihat Allah dalam pekerjaanNya. Keadaan dosa umat manusia telah menyelubungi wajah kejadian yang indah gantinya menunjuk kepada Allah, pekerjaan-pekerjaanNya menjadi sebuah perintang yang menutupi Dia. Manusia "memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya." Orang kafir "menjadi sia-sia dan hari mereka yang bodoh menjadi gelap." Begitulah di Israel, ajaran manusia telah mengganti ajaran Allah. Tidak saja mengenai alam, tetapi upacara pengorbanan dan Kitab Suci itu sendiri, -semuanya diberikan untuk menyatakan Allah- dibuat begitu menyimpang sehingga ia menjadi alat menutupi Dia. 

Matius 6
28. Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29. namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Ketika kata-kata itu diucapkan kepada banyak orang, termasuk di dalamnya laki-laki dan perempuan yang penuh dengan kekhawatiran dan kebingungan dan kekecewaan serta kesusahan. Yesus melanjutkan:

32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Kemudian Ia membentangkan tanganNya kepada orang banyak yang ada di sekeliling, kataNya,
33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Demikianlah Kristus menerangkan pekabaran yang telah diberikanNya sendiri dengan bunga bakung dan rumput-rumput di ladang. Ia ingin agar kita membaca pekabaran itu dalam tiap-tiap bunga bakung dan setiap batang rumput. PerkataanNya penuh jaminan dan mengukuhkan iman kepada Allah.
Dalam awal mula pekerjaan-Nya, Kristus telah berbicara kepada orang banyak dengan bahasa yang amat jelas sehingga semua pendengar-Nya dapat memahami kebenaran-kebenaran yang akan membuat mereka tahu cara mendapat keselamatan. 
Ajaran melalui perumpamaan adalah populer dan mendapat hormat dan perhatian, bukan saja dari orang Yahudi, tetapi juga dari bangsa-bangsa yang lain pula. Tidak ada lagi cara mengajar yang lebih berhasil dari itu yang dapat digunakan-Nya. Jika para pendengar-Nya ingin mengetahui perkara-perkara ilahi, mereka dapat mengerti perkataan-Nya; sebab Ia selalu bersedia menerangkannya kepada penyelidik yang jujur.

Dengan menghubungkan ajaran-Nya kepada peristiwa-peristiwa kehidupan, pengalaman atau alam, Ia menarik perhatian mereka dan menaruh kesan dalam hati mereka, Sesudah itu, bila mereka memandang kepada benda-benda yang melukiskan pelajaran-pelajaran-Nya, mereka mengingat perkataan Guru ilahi itu. Bagi pikiran yang dibukakan terhadap Roh Kudus, makna yang mendalam dari pengajaran Juruselamat makin lama makin terbuka. Rahasia-rahasia bertambah terang dan apa yang sulit untuk dipahami menjadi jelas.

Yesus mengusahakan suatu jalan kepada setiap hati. Dengan menggunakan bermacam-macam perumpamaan, Ia tidak saja mempersembahkan kebenaran pada tahapan yang berbeda, tetapi menyampaikan seruan kepada para pendengar yang berbeda-beda. Minat mereka timbul melalui kisah-kisah yang diambil dari seputar kehidupan sehari-harinya. Tidak seorangpun yang mendengar kepada Juruselamat dapat merasa bahwa mereka dilalaikan atau dilupakan. Orang paling hina, paling berdosa, mendengar dalam ajaran-Nya sebuah suara berbicara kepada mereka itu dengan perasaan simpati dan kelemah lembutan.

Di antara orang banyak yang berkerumun di sekeliling Dia, terdapat imam-imam, rabbi-rabbi, orang saduki serta tua-tua, Herodian dan penghulu-penghulu, orang yang cinta dunia, orang yang gila kedudukan, orang yang penuh ambisi, dan di atas segala-galanya itu terdapat pula orang-orang yang mencari-cari sesuatu tuduhan yang dapat dilontarkan kepada-Nya. Juruselamat mengerti tabiat orang-orang itu dan Ia mempersembahkan kebenaran dalam cara yang sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat memperoleh sesuatu untuk mengajukan Dia ke hadapan Sanhedrin, 

Dalam perumpamaan Ia mencela kemunafikan dan perbuatan jahat orang yang menempati kedudukan yang tinggi dan di dalam bahasa kiasan membungkus kebenaran yang begitu tajam sehingga kalau itu diucapkan secara langsung, tidak akan mereka dengarkan perkataan-Nya dan segera mengakhiri pekerjaan-Nya. 

Tetapi sementara Ia menghindari mata-mata itu, Ia menjadikan kebenaran begitu amat jelas sehingga kesalahan ditunjukkan dan orang yang jujur hatinya beroleh manfaat dari pelajaran-pelajaran-Nya.

Hikmat ilahi, karunia yang tak terbatas, dijadikan terang melalui benda-benda ciptaan Allah.

Dalam ajaran perumpamaan Juruselamat terdapat suatu petunjuk mengenai apa yang mencakup "pendidikan tinggi" yang benar. Kristus dapat memaparkan di hadapan manusia kebenaran-kebenaran yang dalam dari ilmu pengetahuan. Ia dapat membuka rahasia-rahasia yang memerlukan usaha dan penelitian berabad-abad untuk menembusinya. Ia dapat memberikan anjuran-anjuran dalam bidang-bidang ilmiah yang dapat memberikan bahan pemikiran serta rangsangan untuk sesuatu penemuan sampai kepada akhir zaman.

Ia mengajar mereka untuk memandang Dia sebagaimana dinyatakan dalam pekerjaan-Nya, di dalam firman-Nya dan oleh takdir-Nya. Apa yang penting bagi perkembangan tabiat, yang akan memperbesar kemampuan manusia untuk mengenal Allah dan meningkatkan kemantapannya untuk berbuat baik. Ia berbicara kepada manusia mengenai kebenaran-kebenaran itu, yang berhubungan dengan perangai hidup dan yang memegang perkara-perkara yang kekal.

Dalam pelajaran-pelajaran yang langsung dari alam inim ada kesederhanaan dan kemurnian yang menjadikannya bernilai teramat tinggi. Dalam dirinya sendiri, keindahan alam memimpin jiwa-jiwa itu jauh dari dosa dan penarikan-penarikan duniawi dan condong kepada kemurnian, kesejahteraan dan Allah. Hendaklah segala sesuatu yang nampak oleh mata mereka, melihat atau tangan mereka menjamah untuk dijadikan satu pelajaran dalam pembangunan tabiat, Dengan demikian, kekuatan pikiran akan diperkuat, tabiat dikembangkan, seluruh kehidupan dimuliakan.

Ringkasan dari buku:
Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus - Bab 1

Next: Bab 2 - Seorang Penabur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com