Pages

Jumat, 24 Juni 2016

Rantai yang Menghubungkan Kita dengan Sorga

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang menyatakan: inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. 
Matius 3:17


Setelah Kristus dibaptiskan Yohanes di sungai Yordania, Ia keluar dari air, lalu menundukkan kepala di tepi sungai itu, seraya berdoa dengan teguh kepada Bapa-Nya yang di sorga memohon kekuatan supaya kuat menahan pertentangan melawan raja kegelapan di dalam mana ia hampir akan mengambil bagian. Langit telah terbuka menjawab doa-Nya, dan sinar terang kemuliaan Allah, yang lebih terang daripada sinar matahari tengah hari turun dari dalam tahta Allah yang kekal, dan tampaklah seperti seekor burung merpati, mengkilap seperti emas mengelilingi Anak Allah, sementara suara yang jelas terdengar dari terang yang gilang-gemilang itu berkata , "Inilah Anak yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Inilah suatu jaminan kepada Anak Allah bahwa Bapa-Nya menerima umat manusia yang sudah jatuh, melalui yang mewakili mereka dan oleh sebab itulah Ia telah memberi mereka pencobaan yang kedua. Perhubungan antara sorga dan dunia ini, antara Allah dan manusia, yang telah rusak oleh sebab pelanggaran Adam telah dipulihkan kembali. Ia yang tidak kenal dosa menjadi dosa karena manusia, agar pembenaran-Nya dapat dihisabkan kepada manusia. Dengan perantaraan kesempurnaan tabiat Kristus, manusia telah diangkat di dalam nilai moral yang lebih tinggi bersama-sama dengan Allah; dan melalui jasa-jasa Kristus, manusia yang fana dihubungkan kepada Yang Baka. Demikianlah jurang yang terjadi oleh sebab dosa telah dijembatani oleh Penebus dunia ini.

Akan tetapi hanya sedikit orang yang mengerti dengan jelas tentang hak-hak istimewa yang telah diberikan oleh Kristus kepada manusia dengan jalan yang demikian membuka sorga dihadapannya. Anak Allah kemudian menjadi wakil kita umat manusia; dan kuasa istimewa serta kemuliaan yang telah dilimpahkan Raja sorga kepadaNya, dan firman-Nya yang diperkenankan,
 adalah jaminan kasih dan kebajikan-Nya yang paling pasti kepada manusia. Sebagaimana pengantaraan Kristus demi keselamatan kita telah didengar, bukti telah diberikan kepada manusia bahwa Allah akan berkenan kepada doa-doa kita demi kepentingan kita sendiri melalui nama Yesus. Doa yang tidak berkeputusan, doa yang sungguh-sungguh dalam iman akan membawa terang dan kekuatan kepada kita untuk melawan serbuan setan yang bertubi-tubi itu .... Kehidupan Kristen adalah satu kehidupan di dalam doa .... Pemimpin besar kita menunjuk kita ke langit yang terbuka sebagai satu-satunya sumber terang dan kekuatan.

Kamis, 23 Juni 2016

Kristus Menjadi Teladan Menurut Hukum Allah

Lalu aku berkata, "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku; aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku;  ToratMu ada dalam dadaku. 
Mazmur 40: 8,9


Di majelis-majelis sorga telah diputuskan bahwa harus diberikan kepada umat manusia seorang yang menjadi teladan menurut hukum. Untuk memutuskan menjadikan hal ini korban besar, Allah tiada membiarkan sesuatu yang samar-samar dan yang tidak pasti demi keselamatan umat manusia. Ia telah mengaruniakan suatu ukuran kepada manusia yang dengannya mereka membangun tabiat-Nya. Dengan bunyi suara yang dapat didengar dan dahsyat disertai kemuliaan Ia mengucapkan hukum-Nya dari atas Bukit Sinai. Dengan jelas Ia mengungkapkan apa yang patut kita lakukan agar dapat kembali menurut kepadaNya dan ... tetap setia menurut hukum-Nya. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua ,yang sama dengan itu, ialah:  Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi "(Matius 22: 37-40).

Begitu dalam perhatian Tuhan kepada makhluk yang telah dijadikan-Nya itu, begitu besar kasih-Nya kepada dunia ini, sehingga ia " telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16) . Kristus datang membawa kuasa moral kepada manusia, untuk mengangkat dia lebih tinggi, lebih mulia dan menguatkan dia, agar dia sanggup menjadi orang yang dapat mengambil bagian kodrat ilahi, melepaskan dia dari  kemerosotan dunia ini di dalam segala keinginannya. Ia membuktikan kepada seluruh penduduk dunia-dunia lain yang tidak jatuh ke dalam dosa dan kepada seluruh umat manusia bahwa hukum itu dapat dipelihara. Sementara Ia dalam keadaan manusia, Ia menurut hukum Allah, mempertahankan keadilan Allah di dalam tuntutan bahwa hukum itu dapat dituruti. Di dalam penghakiman hidup-Nya akan menjadi satu alasan yang tak dapat disangkal di dalam kasih karunia hukum Allah.

Semua orang yang memiliki pertimbangan akal sehat dapat mempelajari ukuran tugas mereka. Kristuslah teladan kita. Di dalam Kemanusiaan Ia hidup tanpa noda. Ia penuh rahmat, berbelaskasihan, menurut-penuh dengan kebajikan dan kebenaran. Oleh kehidupan-Nya yang menurut itu, Ia memberi satu gambaran tentang hukum itu. Oleh bersatu dengan Kristus, umat manusia yang sudah jatuh dan berdosa boleh menyesuaikan hidupnya dengan undang-undang ilahi itu. Oleh menurut hukum-hukum Allah, mereka menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Dia yang datang ke atas dunia ini untuk mewakili Bapa oleh menurut segala hukum-Nya.

Rabu, 22 Juni 2016

Dari Keadaan Yang Putus Asa Menjadi Pengharapan Dan Bersukacita

Semoga Allah , sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Roma 15:13


Jika Yesus tidak mati sebagai korban kita dan tidak bangkit kembali, maka kita tidak pernah tahu damai sejahtera, tidak akan pernah merasakan sukacita, melainkan hanya mengalami kegelapan yang mengerikan dan  keputusasaan yang menyedihkan. Oleh sebab itu, biarlah hanya kata-kata ucapan pujian dan terima kasih berada di dalam hati kita. Segala seluk-beluk kehidupan kita hendaklah dilibatkan untuk memperoleh manfaat sorga itu, menjadi orang-orang yang menerima berkat-berkat pendamaian-Nya yang tak ternilai harganya itu. Oleh karena itu tidak mungkin bagi kita menggambarkan dan mengerti keadaan kita yang hina dan tak berdaya ... Dimana Kristus telah mengangkat kita. Bilamana kita merasakan kesedihan, dukacita dan renggutan maut yang padanya kita takluk, biarlah tidak seorangpun yang bersungut-sungut dan menghinakan Penebus kita .... Kita tidak dapat menentukan betapa jauh lebih ringan kita menderita kalau dibandingkan dengan penderitaan yang seharusnya kita alami oleh sebab dosa kita ....

Dapatkah kita memandang kepadaNya yang oleh karena segala dosa kita Ia telah tertikam,  dan tidakkah kita mau minum dari cawan kehinaan itu? Dosa-dosa kita yang bercampur cawan yang pahit itu, dipindahkan-Nya dari bibir kita dan meminumnya sendiri, agar pada waktunya Ia membubuh cawan berkat ke atas bibir kita ....

Bahasa jiwa hendaklah berisi sukacita dan ucapan terimakasih. Jika ada sesuatu lembaran-lembaran yang suram di dalam pengalaman mereka biarlah mereka menguburkannya. Biarlah  kejadian  ini jangan disimpan dengan cerah dengan jalan mengulang-ulangi .... Peliharalah pikiran dan perasaan yang hanya menghasilkan pujian dan rasa syukur ....

Saya mohon kepadamu agar jangan pernah mengucapkan sepatah kata persungutan, tetapi senantiasa memelihara yang mengandung perasaan syukur dan terimakasih. Dengan berbuat demikian engkau akan belajar membuat lagu merdu dalam hatimu. Jalinlah ke dalam pengalamanmu benang lungsin atau benang pekan emas hati yang berterimakasih. Pikir-pikirlah negeri yang lebih baik itu, di mana tidak ada ratap tangis,  pencobaan dan kesukaran, cercaan dan kebingungan, melainkan semuanya damai sejahtera , sukacita dan bahagia. Ke sinilah angan-angan hati ini akan membuat engkau senantiasa memikirkan sorga, akan menguatkan engkau dengan kekuatan sorga, akan memuaskan rasa dahaga jiwamu dengan mata air yang hidup, dan akan membubuhkan ke dalam hatimu meterai citra ilahi. Ia akan mengisi hatimu dengan sukacita dan pengharapan di dalam percaya dan segalanya itu akan tinggal bersama -sama dengan engkau sebagai penghibur yang kekal.

Bahaya Menyia-nyiakan

Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya?
Ibrani 2: 3


Tidak ada karunia yang lebih besar yang dapat dianugerahkan kepada manusia lebih daripada apa yang dapat dipahami di dalam Kristus .... Suatu kelalaian memegang teguh harta kekayaan keselamatan yang tak ternilai harganya itu berarti kehancuran jiwamu yang kekal. Bahaya sikap masa bodoh terhadap Allah dan menyia-nyiakan karunia-Nya diukur oleh keagungan keselamatan itu. Allah telah berbuat dengan segala kuasa yang dimiliki-Nya. Segala sumber kekayaan kasih yang tak terhingga itu telah ditumpahkan sama sekali di dalam mewasiatkan dan menjalankan rencana keselamatan untuk manusia. Allah telah menunjukkan tabiat-Nya di dalam kebaikan, di dalam rahmat, belas kasihan dan cinta yang dinyatakan untuk menyelamatkan suatu umat berdosa yang memberontak. Apakah yang dapat dilakukan yang belum dibuat di dalam melengkapi rencana keselamatan itu? Jika orang berdosa itu tetap bersikap masa bodoh terhadap pernyataan  kebajikan Allah, jika ia menyia-nyiakan keselamatan yang amat besar itu ... apalah yang dapat dilakukan untuk menyentuh hatinya yang keras itu?

Betapa pentingnya,  betapa besarnya, pokok penebusan itu, sehingga Ia yang telah menjamin keselamatan manusia adalah terang kemuliaan Bapa, ungkapan gambar pribadi-Nya! Sesudah itu, bagaimana pula sorga memandang orang-orang yang menyia-nyiakan keselamatan yang begitu besar untuk manusia dengan harga tunai yang tak ternilai mahalnya? Lalai memegang teguh berkat-berkat sorga yang limpah itu berarti menolak, menyia-nyiakan Dia yang sama dengan Bapa, satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia yang berdosa. Oh, akankah kita dengan menyia-nyiakan Kristus membuang satu-satunya kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal? ...

Kasih, betapa indahnya kasih yang ditunjukkan oleh Anak Allah itu! Maut yang menjadi bagian kita telah menimpa Dia agar peri yang tidak akan mati dapat diberikan Kepada kita, yang sebenarnya tidak patut menerima upah sedemikian itu. Bukankah keselamatan besar di dalam kesederhanaannya dan ajaib di dalam kelengkapannya? ... Memikir-mikirkan penuhnya perlengkapan  yang telah disediakan Allah sehingga setiap anak-anak Adam, laki-laki dan perempuan dapat diselamatkan mengajak kita berseru bersama-sama dengan Yohanes, "Lihatlah, betapa besarnya yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah "(1 Yohanes 3: 1) .... rencana keselamatan disediakan setiap saat yang tidak disangka-sangka dan bagi setiap jiwa yang membutuhkannya.

Senin, 20 Juni 2016

Kasih Karunia yang Ajaib

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 
Efesus 1: 2


"Kasih karunia menyertai kamu." Kita berhutang budi kepada Allah karena kasih karunia-Nya yang dikaruniakan kepada kita dengan gratis. Kasih karunia di dalam perjanjian itu mengesahkan kita sebagai anak-anakNya. Kasih karunia di dalam Juruselamat menghasilkan penebusan, pemulihan dan pengangkatan, untuk menjadi pewaris bersama-sama dengan Kristus. Bukannya oleh sebab kita pertama mengasihi Dia lalu Ia mengasihi kita; melainkan "sejak kita masih orang berdosa," Kristus mati bagi kita .... Meskipun oleh pendurhakaan kita, kita harus menerima upah hukuman dan tidak berkenan di hati-Nya, namun Ia tidak meninggalkan kita, membiarkan kita bergelut dengan kuasa musuh itu. Malaikat-malaikat sorga membantu perlawanan kita, dan bekerja sama dengan mereka agar dengan demikian kita dapat menang melawan segala kuasa jahat.

Kita tidak akan pernah mempelajari arti kata "kasih karunia" apabila kita tidak jatuh ke dalam dosa. Allah mengasihi malaikat-malaikat yang tidak berdosa, yang bekerja melayani Dia dan yang menurut segala suruhan-Nya, tetapi Ia tidak memberi mereka kasih karunia. Makhluk-makhluk sorga ini tidak tahu apa-apa tentang kasih karunia; mereka tidak akan pernah memerlukannya, karena mereka tidak pernah berbuat dosa. Kasih karunia adalah suatu sifat Allah yang ditunjukkan kepada makhluk manusia tidak layak itu. Kita sendiri tidaklah mengusahakan kasih itu, akan tetapi kasih itu  yang mencari kita. Allah bersukaria menganugerahkan kasih karunia ini ke atas semua orang yang lapar akan dia, bukan oleh sebab kita orang yang pantas dan patut dihormati, akan tetapi oleh sebab kita sangat tidak berharga. Keperluan kita adalah syarat yang membuat kita layak menerima jaminan yang kita akan menerima karunia ini.

Persediaan kasih karunia Allah menanti setiap jiwa yang sakit karena dosa. Kasih itu akan menyembuhkan setiap penyakit rohani. Dengan pertolongan kasih itu hati dapat disucikan dari segala noda. Itulah injil yang menyembuhkan bagi setiap orang yang percaya.

Kita dapat mengadakan kemajuan setiap hari ke atas pada jalan kesucian dan meskipun demikian kita masih menemukan ketinggian yang lebih besar yang harus dicapai; akan tetapi segala sesuatu yang membebani hati dan pikiran,  membukakan persediaan kasih karunia yang limpah itu yang amat perlu bagi kita jika kita mau maju.

Semakin kita merenung-renungkan harta kekayaan ini, semakin rindu kita memilikinya, dan semakin kita  menunjukkan jasa-jasa pengorbanan Kristus, perlindungan kebenaran-Nya, kasih-Nya yang tak terungkapkan itu, kepenuhan akalbudi-Nya, dan kuasa-Nya memperkenalkan kita ke hadapan Bapa tanpa cacat atau kerut , atau yang serupa itu.

Karunia Damai Sejahtera

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 
Filipi 4: 7


Dosa telah merusak damai sejahtera kita. Jika diri belum ditaklukkan kita tidak dapat mencapai ketentraman hati. Nafsu angkara murka hati, tidak ada kuasa manusia yang dapat mengendalikannya. Kita tak mempunyai daya seperti halnya murid-murid untuk mengatasi badai yang ganas. Akan tetapi Ia yang meneduhkan angin ribut di laut Galilea yang telah mengucapkan damai sejahtera kepada setiap jiwa. Betapa ganasnya badai memukul, mereka yang berpaling kepada Kristus dengan seruan, "Tuhan, selamatkan kami," akan dilepaskan. kasih karuniaNya, yang mendamaikan jiwa kepada Allah, menenangkan amarah  manusia, dan di dalam kasihNya hati itu tentram .... "Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5 : 1). "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya "(Yesaya 32:17).

Barangsiapa setuju meninggalkan dosa dan membuka hatinya kepada kasih Kristus, ia akan menjadi seorang yang turut ambil bagian akan damai sejahtera sorga ini. Tidak ada lagi damai yang lain melebihi damai sejahtera yang dari sorga ini. Kasih karunia Kristus yang diterima masuk ke dalam hati, menaklukkan roh permusuhan; menentramkan perselisihan dan mengisi jiwa dengan kasih. Ia yang hidup berdamai dengan Allah dan dengan teman sesama manusia tidak akan menderita sengsara. Kecemburuan tidak tidak lagi tinggal di dalam hatinya; sangka-sangka jahat tidak ada lagi tempatnya; kebencian tidak ada lagi disana. Hati yang selaras dengan Allah adalah yang akan turut ambil bagian akan damai sorga dan akan memancarkan pengaruh yang mendatangkan berkat kepada orang-orang disekelilingnya. Roh damai sejahtera itu akan menenangkan hati , bagaikan embun yang menyiram hati yang penat dan disusahkan dengan pergolakan duniawi.

pengikut - pengikut Kristus diutus ke dunia ini bersama-sama dengan pekabaran damai sejahtera. Barangsiapa, dengan hati yang tenang, yang tanpa disadari mengembangkan pengaruh kehidupan yang kudus, akan menunjukkan kasih Kristus;  barangsiapa, yang dengan perkataan atau perbuatan akan menuntun orang lain meninggalkan dosa dan menyerahkan hatinya kepada Allah adalah seorang juru damai.

Dan "berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5: 9). Roh damai adalah tanda kesaksian hubungan mereka dengan sorga. Nikmat kehidupan Kristus yang manis mengelilingi mereka. Bau harum kehidupan, tabiat yang patut dan manis menunjukkan kepada dunia ini kenyataan bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Manusia dapat mengetahui akan hal mereka bahwa mereka adalah bersama-sama dengan Yesus.

Jumat, 17 Juni 2016

Hubungan Baik dengan ALLAH

Jawab Yesus : "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. 
Yohanes 14:23


Perhatikanlah hubungan Kristus yang erat di dalam ayat ini untuk melihat hubungan yang terdapat di antara Bapa dan anak-anak-Nya. Hadirat-Nya dan penjagaan-Nya adalah sesuatu yang kekal. Apabila kita berharap dalam kuasa Kristus yang menyelamatkan itu, segala tipu daya dan kelicikan pasukan yang sudah jatuh ke dalam dosa itu tidak dapat membencanai kita. malaikat-malaikat sorga senantiasa beserta kita, menuntun dan melindungi kita. Allah telah mentahbiskan kita akan memiliki kuasa-Nya yang menyelamatkan itu beserta dengan kita, menyanggupkan kita melakukan segala kehendak-Nya. Marilah kita meraih segala janji-Nya dan mendambakannya saat demi saat. Biarlah kita percaya bahwa maksud Tuhan adalah seperti yang telah dikatakan-Nya.

Terdapat suatu kemungkinan bagi orang yang percaya di dalam Kristus untuk mengalami suatu pengalaman yang akan menjadikan dia cukup mantap untuk menempatkan dirinya di dalam hubungan yang benar dengan Allah. Setiap janji yang terdapat di dalam Buku Allah menyodorkan kepada kita keberanian agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi itu. Inilah kemungkinan itu, berharap kepada Allah, mempercayai Firman-Nya, melakukan pekerjaan-Nya; dan ini dapat kita lakukan apabila kita berpegang teguh kepada keilahian Kristus.

Kemungkinan ini lebih berharga bagi kita daripada segala kekayaan di dunia ini. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang dapat dibandingkan dengannya. Jika kita berpegang kepada kuasa yang ditaruh di dalam daya jangkau kita, kami menerima suatu pengharapan yang begitu kuat sehingga kita dapat berharap sepenuhnya atas janji-janji Allah; demikian pula kita berpegang pada kemungkinan-kemungkinan yang ada pada Kristus, sehingga kita menjadi putra dan putri Allah.

Ada banyak perkara yang tinggi yang patut dicapai orang Kristen. Ia dapat berusaha mencapai yang lebih tinggi. Yohanes mempunyai suatu pikiran yang meluhurkan seorang Kristen. Ia berkata, "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah" (1 Yohanes 3: 1). Bukanlah perkara yang mustahil bagi manusia untuk naik menuju kemuliaan yang lebih tinggi daripada apa yang dicantumkan di dalam ayat ini. Kepada manusia diberikan jaminan dan hak menjadi ahli waris Allah dan yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus. Kepada mereka yang menerima hak yang tinggi itu akan dibukakan kekayaan Kristus yang tak terselidik hati itu, yang beribu kali ganda lebih mahal harganya daripada kekayaan dunia ini. Demikianlah, dengan perantaraan jasa Kristus Yesus, manusia yang fana diangkat kepada persekutuan dengan Allah dan dengan Anak-Nya yang kekasih itu.

Kamis, 16 Juni 2016

Di Tangan Tukang Periuk

Tapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat, dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu. 
Yesaya 64: 8


Di dalam firman-Nya Allah membandingkan diri-Nya sendiri kepada seorang tukang periuk dan umat-Nya sebagai tanah liat. Pekerjaan-Nya ialah membentuk dan menempa mereka menurut kehendak-Nya sendiri. Pelajaran yang hendak mereka pelajari adalah pelajaran kepatuhan. Kehendak diri sendiri janganlah dianggap utama. Jika perhatian yang sepatutnya diberikan kepada petunjuk Ilahi, jika diri diserahkan menurut kehendak Ilahi, maka tangan Tukang periuk akan menghasilkan sebuah periuk yang bagus menurut bentuknya.

 Hubungan sejati yang manis dengan Kristus terjadi karena penurutan kepada sabda yang berbunyi, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu ...." Pekerja yang memiliki pengalaman ini mempunyai satu kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kepenuhan kasih yang mendatangkan pengetahuan. Kesanggupannya untuk menikmati kasih Allah senantiasa bertambah-tambah. Dengan belajar setiap hari di dalam sekolah Kristus dia memperoleh kemampuan yang senantiasa bertambah-tambah untuk menggenggam makna kebenaran yang mulia itu hingga pada zaman kekekalan ....

Ia menyadari bahwa dia adalah bahan yang sedang dikerjakan Allah, dan ia haruslah bersikap menerima di dalam tangan Tuannya. Ujian datang kepadanya, karena kecuali ia diuji oleh percobaan dan kekecewaan ia tidak akan pernah mengetahui akan kekurangannya dalam akal budi dan pengalaman.

Jika ia mencari Tuhan dengan rendah hati dan berharap, setiap pencobaan akan mendatangkan kebaikan. kadang-kadang ia tampak seolah-olah gagal, bahkan sangkaannya kegagalan untuk mencapai tempat yang diharapkannya menjadi tempatnya berdiri mungkin jalan Allah membawa kemajuan baginya. Ia menyangka bahwa ia telah gagal, akan tetapi sangkaannya akan kegagalan itu berarti suatu pengetahuan yang lebih baik dari hal dirinya sendiri dan menguatkan pengharapannya di dalam Allah ....  mungkin ia melakukan kesalahan-kesalahan, tapi ia belajar untuk tidak mengulangi segala kesalahan ini. Dengan bersatu dengan Kristus, Pokok Anggur yang benar, dia disanggupkan untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah ....

Tuhan merindukan kita supaya menjadi orang  yang lemah lembut, rendah hati dan bertobat, sehingga dipenuhi dengan jaminan yang datangnya dari suatu pengetahuan akan kehendak Allah. Ia "memberikan kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban .... Yang menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri ... "
( II Timotius 1:7-9).

Surga Kecil di Dunia Ini

Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurahan Tuhan. Zefanya 2: 3

Membangun untuk Zaman yang Kekal

Supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. 
Kolose 4:12

Allah Yang Tidak Berbatas -yang hanya satu-satunya sanggup menertibkan dan membuat indah bumi yang gelap gulita dan kalang kabut itu -sanggup juga menaklukkan hati manusia yang memberontak itu serta membawa hidupnya sepadan dengan kemauan ilahi. Roh-Nya dapat mengalahkan tabiat pemberontak manusia ....

Hari demi hari kita membangun tabiat, dan kitapun membangun untuk zaman yang kekal. Allah rindu hidup kita menjadi teladan kepada manusia di dunia ini untuk menjadi  apa mereka kelak dan apa yang mereka dapat capai kelak dengan perantaraan Injil Kristus itu. Marilah kita menempatkan diri kita ke dalam tangan Allah, berlaku dengan apa yang Ia lihat paling baik .... "Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" (1 Korintus 3: 9). Jika kita membangun dengan bekerjasama dengan Dia, maka susunan bangunan yang kita dirikan akan bertambah lebih indah setiap hari dan lebih selaras kemolekannya di bawah tangan pengendalian Ahli Bangunan yang Agung itu, dan bangunan itu tahan sampai selama-lamanya.

Penyucian adalah satu pekerjaan yang terus maju. Hal itu adalah pekerjaan yang terus menerus, menuntun manusia lebih tinggi dan lebih tinggi. Pekerjaan itu bukannya membelakangkan kasih, akan tetapi membawa dia masuk ke dalam hidup sebagai suatu wujud penting dalam keKristenan.

Kristus berkata kepada kita, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Matius 5:48). Ialah teladan kita. Selama hidup-Nya di atas dunia ini Ia selalu manis budi dan lemah lembut. Pengaruh kehidupanNya senantiasa memancarkan bau harum, karena di dalam Dia terdapat kasih yang sempurna. Ia tidak pernah bersekongkol dengan yang salah untuk memperoleh pujian orang lain. Jika kita memiliki kebenaran-Nya itu, maka kita akan menyerupai Dia dalam sifat kelemah lembutan, di dalam penahanan diri, dan dalam kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Bukankah kita, dengan tinggal di dalam sinar cahaya hadiratNya, dilembutkan oleh anugerahNya?

Marilah kita menghargai pengakuan iman kita. Marilah kita menghiasi hidup kita dengan perangai yang indah. Perkataan dan tindakan yang kasar bukanlah datangnya dari Kristus, melainkan dari Setan. Akankah kita, dengan berpaut pada ketidaksempurnaan dan cacat cela kita, mempermalukan Kristus ? RahmatNya dijanjikan bagi kita. Jika kita mau menerimanya, itu akan memperindah hidup kita .... Cacat cela dan kekurangan kita akan diubahkan menjadi kebaikan dan kesempurnaan. Kehidupan kita akan dihiasi dengan rahmat yang menghiasi hidup Kristus yang begitu indah.

Selasa, 07 Juni 2016

Satu Kuasa yang Tidak Kelihatan

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh. 
Yohanes 3: 8


Roh Kudus berjuang melawan setiap orang. Ini adalah suara Allah yang berbicara kepada jiwa.

Tidak ada pikiran manusia yang paling terpelajar sekalipun dapat menentukan cara bekerjanya Roh Kudus itu terhadap pikiran dan tabiat manusia, namun mereka dapat melihat hasilnya terhadap hidup dan tingkah laku ....

Meskipun kita tidak dapat melihat Roh Allah, kita tahu bahwa manusia yang telah mati di dalam perhambaan dosa dan pelanggaran telah diyakinkan dan ditobatkan atas pekerjaan Roh itu. Pikiran yang sembrono dan keras hati menjadi sungguh-sungguh. Orang yang berhati keras mengaku dosa-dosanya, dan orang yang tidak beriman menjadi percaya. Pemain judi, pemabuk, perisau berubah menjadi orang yang hidup tenang, sederhana, dan suci.Orang yang suka  berontak dan keras kepala menjadi lemah lembut dan menyerupai Kristus.

Apabila kita melihat segala perubahan ini di dalam tabiat, kita dapat yakin bahwa kuasa Allah yang mempertobatkan telah mengubahkan orang itu secara keseluruhannya. Kita tidak melihat Roh Kudus itu, tetapi kita melihat bukti pekerjaannya dalam perubahan tabiat orang-orang berdosa yang keras dan tegar hati itu. Sebagaimana  angin bertiup keras atas pepohonan yang tinggi dan merubuhkannya, demikianlah Roh Kudus itu dapat bekerja atas hati manusia, dan tidak ada manusia fana dapat mengecilkan pekerjaan Allah ....

Engkau tidak dapat melihat cara bekerjanya, akan tetapi engkau dapat melihat hasilnya.

Mereka yang bukan saja hanya mendengar tetapi juga melakukan firman Kristus, menunjukkan penyataan pekerjaan Roh Kudus itu di dalam tabiat. Akibat pekerjaan Roh Kudus di dalam hati ditunjukkan dengan nyata di dalam tingkah laku luar. Kehidupan  Kristen disimpan bersama Kristus di dalam Allah, dan Allah mengakui mereka yang menjadi milikNya, katanya, "Engkaulah saksi-saksiku." Mereka menyaksikan bahwa kuasa ilahi sedang mempengaruhi hati mereka dan membentuk tingkah laku mereka. Pekerjaan mereka menunjukkan bukti bahwa Roh sedang bergerak di dalam hati mereka; sehingga orang-orang yang bergaul dengan mereka diyakinkan bahwa mereka membuat  Kristus Yesus sebagai teladan mereka.

Orang-orang yang berhubungan dengan Allah adalah menjadi saluran bagi kuasa Roh Kudus itu .... Kehidupan jiwa secara batin akan menunjukkan kehidupan itu sendiri di dalam tingkah laku luar.

The Old Rugged Cross

On a hill far away, stood an old rugged Cross
The emblem of suff'ring and shame
And I love that old Cross where the dearest and best
For a world of lost sinners was slain

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

Oh, that old rugged Cross so despised by the world
Has a wondrous attraction for me
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To bear it to dark Calvary

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

In the old rugged Cross, stain'd with blood so divine
A wondrous beauty I see
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To pardon and sanctify me

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown

To the old rugged Cross, I will ever be true
Its shame and reproach gladly bear
Then He'll call me some day to my home far away
Where his glory forever I'll share

So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown


Senin, 06 Juni 2016

Bukan untuk Menghakimi, Melainkan untuk Menyelamatkan

 Sebab Allah  mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh dia. 
Yohanes 3:17



Banyak jiwa yang gusar dalam ketidakadaan kepercayaan. Mereka bertanya, "Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa Allah berdamai dengan saya? Bagaimana saya dapat yakin bahwa Ia mengasihi dan mengampuni saya? " Bukanya engkau anak muda, yang membuat dirimu sendiri benar terhadap Allah. Yesus mengundang engkau  datang kepada-Nya dengan segala beban dan kesulitanmu .... Terimalah janji itu dan perlengkapan yang telah disediakan Allah  .... Palingkanlah pandanganmu dari diri sendiri lalu pandang Yesus; karena di dalam Kristuslah tabiat Bapa dinyatakan.

 Darah Kristus yang senantiasa menjad kekuatan kita adalah satu-satunya pengharapan kita, karena hanya dengan perantaraan jasaNya kita memperoleh keampunan dan damai.

Tabiat Allah sebagaimana dinyatakan Kristus mengundang iman dan kasih kita, karena kita mempunyai Bapa yang rahmat dan berbelas kasihanNya tidak pernah gagal. Pada setiap langkah perjalanan kita menuju sorga Ia akan bersama dengan kita menuntun kita di dalam setiap kekacauan, dan memberi kita pertolongan di dalam setiap pencobaan.

Akal pikiranmu dan angan-angan hatimu akan disentuh oleh kuasa Kristus yang mengaruniakan hidup itu, sehingga berbagai macam keindahan dan kebenaran terkesan di dalamnya. Ada kebenaran-kebenaran yang penting dan sangat berharga yang menuntut perenungan daripadamu, agar engkau dapat memiliki landasan iman yang sehat dengan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. O ,orang yang mencari kebenaran dengan dangkal dan sia-sia akan mengetahui bahwa akal budi dunia ini, berapa banyakpun diperoleh, tidak mengenal Allah.

Adalah baik berusaha belajar segala sesuatu yang mungkin dari alam, akan tetapi janganlah gagal memandang dari alam kepada Kristus untuk memperoleh gambaran yang sempurna tentang tabiat Allah yang hidup. Dengan merenung-renungkan Kristus, oleh menyesuaikan diri kepada persamaan ilahi, maka pengertianmu tentang tabiat ilahi akan diperluas, dan pikiran serta hatimu akan diangkat lebih tinggi, dijernihkan, dan diluhurkan. Biarlah orang-orang muda bertujuan tinggi, tidak menyandarkan kepercayaan atas akal budi manusia, melainkan hidup sehari demi sehari seolah-olah memandang Dia yang tidak kelihatan, melakukan pekerjaan mereka sebagaimana di hadapan pandangan makhluk-makhluk sorga  ....

 Ia yang senantiasa bergantung kepada Allah melalui pengharapan yang sederhana dan senantiasa berdoa denga yakin, akan dikelilingi oleh malaikat - malaikat sorga. Ia yang hidup dengan iman di dalam Kristus, akan diperkuat dan ditopang, disanggupkan untuk berperang dalam peperangan iman dengan baik, lalu merebut hidup yang kekal.

Surga yang Mulia - Januari 10

Kuasa yang Tak Terhingga

Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Borza dengab baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar ? Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan. 
Yesaya 63: 1



 Hanya Anak Allah yang tunggal itulah yang datang ke dunia ini untuk menebus umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ia telah mengaruniakan kepada kita bukti kuasaNya yang besar. Ia mau menyanggupkan mereka yang menerima Dia untuk membangun tabiat yang terlepas dari segala kecenderungan yang dinyatakan oleh Setan . Kita dapat melawan musuh itu dan segala tentaranya. Peperangan itu akan dimenangkan, kemenangan akan diperoleh oleh dia yang memilih Kristus sebagai pemimpinnya, yang bertekad melakukan yang benar karena itu benar.

 Tuhan  kita  yang ilahi itu senantiasa sama terhadap setiap kejadian yang tak disangka-sangka. KepadaNya  tiada yang mustahil. Ia telah menunjukkan kasih-Nya yang besar itu kepada kita dengan menghidupkan suatu kehidupan penyangkalan dan pengorbanan diri sendiri dan oleh kematian yang mengerikan. Datanglah kepada Kristus  sebagaimana adanya .... Serahkanlah segenap dirimu ke atas rahmatNya. Tidak ada kesulitan di dalamnya atau tanpa berbuat demikian engkau tak dapat memperoleh kekuatan dariNya.

 Ada orang yang diliputi suasana hati yang bergelora; akan tetapi ia yang telah meneduhkan angin ribut di laut Galilea itu akan berkata kepada orang yang berhati gelisah dan susah, "Diam, tenanglah." Tidak ada amukan yang tidak dapat ditaklukkanNya, jika  hati itu diserahkan kepada penjagaanNya.

Orang yang menyerahkan jiwanya kepada Yesus tidak perlu putus harap. Kita mempunyai Juruselamat yang sangat berkuasa. Pandanglah kepada Yesus, pencipta dan yang melengkapkan imanmu, dan engkau dapat berkata, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut "(Mazmur 46: 2,3) ....

 Biarlah kita lebih berharap di dalam Penebus kita. Janganlah berbalik dari mata air Lebanon untuk mencari penyegaran pada kolam yang bocor, yang tidak dapat menampung air. Percayalah di dalam Tuhan. Percaya yang bergantung pada Yesus membawa kemenangan yang bukan saja mungkin tetapi pasti. Meskipun banyak orang  maju di dalam jalan yang salah, meskipun pandangan tetap pada kekecewaan, namun demikian kita dapat memiliki jaminan yang penuh di dalam diri Pemimpin kita; sebab "Akulah Allah," firmanNya, " tidak ada yang lain" (Yesaya 45:22). Ia mempunyai kuasa yang tiada terbatas, dan sanggup menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya. Tidak ada yang lain yang di dalamnya kita selamat menaruh percaya kita.3

Surga yang Mulia - Januari 11

Kristus Wahyu Allah

Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. 
Yohanes 16:27

Dalam memandang kekudusan dan kemuliaan Allah semesta alam, kita merasa gentar, karena kita tahu bahwa keadilan-Nya tidak mengizinkan Dia untuk membebaskan kesalahan. Akan tetapi kita tidak perlu tetap dalam perasaan gentar; karena Kristus datang ke dunia ini untuk menyatakan tabiat Allah, menjelaskan kepada kita kasihNya sebagai Bapa terhadap semua orang yang diangkatNya sebagai anak-anakNya. Janganlah kita mengukur  tabiat Allah hanya dengan mengagumi sifat-sifat alam saja, akan tetapi oleh kehidupan Yesus yang manis dan sederhana itu, yang menampilkan Yehovah sebagai yang lebih berkemurahan dan penuh rahmat, lebih berbelas kaasihan, lebih lemah lembut dibandingkan dengan bapa kita yang di dunia ini.

Yesus mengemukakan Bapa itu sebagai seorang yang kepadanya kita menaruh keyakinan kita dan menyampaikan segala kekurangan kita. Tatkala kita merasa gentar terhadap Allah, dan diliputi dengan pikiran tentang kemuliaan dan kebesaranNya, Bapa menunjuk kita kepada Kristus sebagai wakil-Nya. Apa yang engkau lihat dinyatakan di dalam Yesus, tentang kelemahlembutanNya, belas kasihanNya, dan cintaNya adalah pantulan sifat Bapa itu. Salib Golgota menyatakan kasih Allah itu kepada manusia. Kristus menggambarkan Penguasa alam semesta itu sebagai Allah kasih. Dengan perantaraan mulut nabi Ia berkata, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu  kepadamu" (Yeremia 31: 3).

Kita harus menghampiri Allah melalui jasa-jasa nama Kristus, dan Allah mengundang kita  membawa kepada-Nya segala kesukaran dan pencobaan yang menimpa diri kita; karena Ia mengerti segala perkara itu. Ia tidak suka kita membukakan segala kesengsaraan kita ke telinga manusia. Melalui darah Kristus kita dapat datang menghampiri takhta karunia itu dan mencari kasih karunia untuk menolong pada waktu kekurangan. Kita dapat menghampiri  dengan hati yang pasti, dan berkata, "yang berkenan kepadaku adalah yang hidup di dalam Dia yang dikasihiNya." "Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa." "Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepadaNya" ( Efesus 2:18; Efesus 3:12).

Sebagaimana seorang bapa yang di dunia ini mendorong hati anaknya supaya senantiasa datang kepadanya, demikianlah Tuhan memberikan hati kita supaya membentangkan segala kekurangan dan kesulitan kita, ucapan terimakasih dan kasih kita dihadapanNya. Setiap janji adalah pasti. Yesuslah jaminan dan pengantara kita, dan telah meletakkan pada kita setiap sumber yang memungkinkan kita memiliki suatu tabiat yang sempurna.

Surga yang Mulia - Januari 12

Perjanjian yang Saling Mengikat

Tetapi semua orang yang menerimaNya,  diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
Yohanes 1:12



Keselamatan dikuatkan oleh satu perjanjian yang saling mengikat. "Semua orang yang menerimanya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah." Maukah engkau dengan segenap hatimu,  pikiran dan jiwamu ikut dalam perjanjian ini?

Pandanglah kepada Penebusmu di dalam iman dan kasih yang tekun, untuk memperoleh kuasa dan akal budi melakukan tugas pembangunan tabiat. Ia duduk sebagai seorang yang menjernihkan, memurnikan emas dan perak dari sanganya. Setelah itu pandanglah selalu kepada Dia, lalu engkau akan lihat tidak ada bahan-bahan bangunan murahan dan tak berharga yang akan terpakai ke dalam susunan pembangunan tabiatmu.
Dengan iman engkau dapat menerima jasa-jasa darah Anak Allah, telah dicurahkanNya agar orang berdosa tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Allah telah meletakkan di atasNya segala kuasa, agar Ia dapat membagikan pertolongan kepada setiap orang yang mau melawan Setan dan mengakui Kristus sebagai satu-satunya harapanNya .... Apabila engkau mau bekerja sama dengan Dia yang dapat menjaga engkau supaya tidak jatuh, maka permohonanmu kepadaNya akan dikabulkan. Kristus, Tabib besar itu akan menyembuhkan engkau. Ia bekerja dengan penuh kuasa bersama-sama dengan setiap orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia akan memberi kekuatan dan kemenangan. Segala sifat tabiat yang jahat dan hina dapat dihapuskan oleh Dia yang telah membeli engkau menjadi  milikNya ....

Lawanlah musuh itu. Singkirkanlah dirimu dari penguasa kerajaan angkara dan dari pasukan tentaranya.

Setan akan melawan segala usaha mereka yang memilih untuk berdiri di samping Tuhan. Ia akan mengerahkan segala macam pencobaan untuk menggagalkan usaha mereka. Akan tetapi Allah telah mengaruniakan AnakNya untuk memikul dosa-dosa mereka yang mencari kebenaran dan keadilanNya. Ia berdiri dan siap mengaruniakan kasih karuniaNya kepada setiap orang yang memandang padaNya di dalam iman ....

Melatih iman dan keberanian yang gagah akan memperluas pengertian tentang apa yang dimaksud menjadi seorang Kristen. Kita haruslah berusaha mencapai  iman seperti itu yang bekerja dengan kasih dan menyucikan jiwa. Kita akan menghadapi pertentangan yang pedas dengan sifat turunan dan kecenderungan terhadap yang jahat. Oleh sebab itu, hendaklah di sana terdapat sikap yang teguh bergantung kepada Jurumudi keselamatan kita. Ia tidak akan gagal melakukan apa yang patut ia lakukan.

Surga yang Mulia - Januari 13

Perubahan Hati

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kisah Para Kisah para Rasul 3:19


Agar kita diselamatkan, kita haruslah mengetahui melalui pengalaman arti pertobatan sejati. Adalah merupakan suatu kesalahan yang menakutkan bagi pria dan wanita dari hari ke hari mengaku sebagai orang-orang Kristen pada hal tidak sesuai dengan namanya. Pada pemandangan Allah pengakuan itu tidak ada artinya, kedudukanpun tidak berarti. Ia bertanya, Adalah kehidupan itu selaras dengan segala ajaranKu? banyak orang mengira bahwa mereka sudah bertobat, akan tetapi mereka tidak sanggup memikul ujian tabiat yang terdapat di dalam Firman Allah ....

Pertobatan adalah perubahan hati, berbalik dari ketidakbenaran kepada kebenaran. Percaya kepada jasa-jasa Kristus, menghidupkan iman sejati di dalam Dia, membuat orang berdosa yang bertobat itu menerima keampunan dosa. Tatkala ia berhenti berbuat jahat dan mulai belajar melakukan dengan baik, ia bertumbuh di dalam kasih karunia dan di dalam pengetahuan akan Allah. Ia melihat bahwa dalam usaha untuk mengikuti Yesus ia harus memisahkan dari dunia ini,  dan setelah ia menghitung-hutung segalanya, ia menganggap segalanya tiada artinya  jika ia dapat memenangkan Kristus. Ia mendaftarkan diri ke dalam tentara-Nya dan dengan keberanian dan sukacita ia turut  berperang, melawan segala kecenderungan alamiah dan kesukaan mementingkan diri sendiri lalu menyerahkan kemauan kepada kehendak Kristus. Setiap hari ia mencari Tuhan supaya memperoleh kasih karuniaNya, dan ia dikuatkan serta ditolong. sekali diri berkuasa dalam hati maka kesukaan-kesukaan duniawipun menjadi kesukaannya. Sekarang diri itu dibuangkan, dan Allahlah yang bertahta. Hidupnya menunjukkan buah kebenaran. Dosa-dosa yang pada suatu kali ia senangi, sekarang ia benci. Dengan hati yang teguh dan tabah ia berjalan pada jalan kesucian. Inilah yang disebut pertobatan sejati ....

Jangan kita lupa bahwa di dalam pertobatan dan penyucian, manusia harus bekerja sama dengan Allah. " Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar," kata Firman itu. "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya." (Filipi 2:12, 13). Manusia tidak dapat mengubahkan dirinya sendiri oleh bertindak menurut kemauan sendiri. Ia tidak memiliki kuasa untuk memperoleh perubahan itu. Tenaga yang baru itu haruslah datang dari Allah. Perubahan hanya terjadi oleh kuasa Roh Kudus. Ia yang mau diselamatkan, mulia atau hina, kaya atau miskin haruslah tunduk kepada pekerjaan kuasa ini.

Surga yang Mulia - Januari 14

Kasih Karunia ALLAH Mengubahkan Hidup

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 
Yohanes 3: 7


Kebenaran yang besar mengenai pertobatan hati oleh Roh Kudus dikemukakan di dalam kata-kata Kristus kepada Nikodemus: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah .. .. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging; dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh "(Yohanes 3: 3-6).

 Dengan pembaharuan hatilah anugerah Allah bekerja mengubahkan hidup. Perubahan hanya bagian luar saja tidak cukup membawa kita hidup selaras dengan Allah.Banyak orang yang mencoba mengadakan pembaharuan dirinya oleh memperbaiki tabiatnya yang buruk yang ini atau yang itu, dan mereka mengharapkan dengan jalan ini mereka menjadi orang Kristen, akan tetapi mereka sedang mulai di dalam tempat yang salah. Tugas kita yang pertama adalah dengan hati ....

Ragi kebenaran bekerja diam-diam, tenang, mantap, untuk mengubahkan jiwa. Segala Kecenderungan alamiah dihaluskan dan ditaklukkan. pikiran baru, perasaan baru, motif baru, ditanamkan. Sebuah ukuran tabiat baru telah dibuat - menurut hidup Kristus. pikiran diubahkan, kesanggupan pikiran pikiran dibangkitkan untuk bekerja dalam cara yang baru. Manusia bukan-nya dikaruniai dengan kesanggupan yang baru, Melainkan kesanggupan yang dimilikinya itulah yang disucikan. hati nurani dibangunkan.

Kitab Suci adalah perantara penting di dalam pengubahan tabiat ini. Kristus berdoa, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). Jika hal itu telah dipelajari dan dituruti, maka Firman Allah bekerja dalam hati, menaklukkan setiap sifat yang tidak kudus. Roh Kudus datang untuk menyatakan dosa, dan iman yang bersemi di dalam hati bekerja dengan kasih kepada Kristus, menyesuaikan kita, tubuh, jiwa, dan roh menurut kemauanNya.

Seorang manusia melihat bahaya yang menimpa dirinya. Ia melihat bahwa ia memerlukan perubahan tabiat, perubahan hati. Hatinya mulai digerakkan; ia mulai merasa takut. Roh Allah sedang bekerja di dalam dia, dan dengan rasa takut dan gentar ia mulai bekerja untuk dirinya sendiri, berusaha mencari segala kekurangannya dan melihat apa yang dapat ia lakukan untuk mengadakan perubahan yang diperlukan dalam hidupnya .... Ia mengakui dosa-dosanya kepada Allah, dan jika ia pernah melukai hati seorang, ia mengakui kesalahannya itu kepada orang yang dilukai hatinya ....

 Ia bertindak sepadan dengan pekerjaan Roh, dan pertobatannya sungguh-sungguh.

Surga yang Mulia - Januari 15
 

Template by BloggerCandy.com