Pages

Selasa, 11 Oktober 2016

I WANT TO BE JUST LIKE MY LORD


Part 1:
There was a man they called Him Jesus
Walked the shores of Galilee
He healed the sick
And calm the water
Make the blinded eye to see
He raise the dead and cleanse the leper
Had the bow to set men free
But best of all He went to Calvary
Bleed and died for you and me


Part 2:
I wish that I could have been with Him
When He said down on the sea
And heard Him said to Simon Peter
Come My son and follow Me

-missing lyrics- break around us
And His face we shall behold
O what a time will have together
Shouting down the street of gold



## Reffrain: 

I want to walk..
     Walk like Jesus
I want to talk..
     Talk like Jesus
I want to be..
     I want to be 
Just like my Lord
     Just like my Lord
I want to help
     Help my neighbour
My fellow men 
     Or him labor
I want to spread
     I want my life
His only word
     To spread His word
I want to sing
     I want to sing
I want to shout
     To heal the world
I want to tell
     I want to tell the world about His love
I want to walk..
     Walk like Jesus
I want to talk..
     Talk like Jesus
I want to be..
     I want to be 
Just like my Lord
     Just like my Lord



Ending part:
     Walk like Jesus
     Talk like Jesus
     I want to be 
     Just like my Lord

Jumat, 07 Oktober 2016

Memelihara Hati

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23

Mengapa begitu banyak orang yang gagal dalam kerohanian, yang bertabiat tidak senonoh? Karena mereka tidak berbuat perkara-perkara yang benar setelah mereka mengetahui kebenaran itu dan tidak segera mempraktekkan kebenaran sebagaimana terdapat di dalam Yesus. Mereka tidak membiarkan Dia menyingkirkan sifat-sifat yang salah dari tabiat mereka. . . . Orang yang benar-benar bertobat membawa azas-azas kebenaran ke dalam segala segi kehidupannya. Hanya Dia saja yang teguh beralaskan iman yang hidup oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Banyak orang yang menunjukkan setiap hari, tabiat saya belum berubah hanya secara teori saja. . . . Semua orang bisa memperoleh mahkota kemenangan melalui iman, akan tetapi banyak orang yang tidak suka berperang melawan satu demi satu tabiat mereka sendiri yang buruk. Mereka berpegang pada sifat yang bertentangan kepada Allah. Setiap hari mereka melanggar azas-azas hukumNya yang kudus. Jika semua orang mau mempelajari pelajaran sederhana bahwa mereka harus ambil dan kenakan kuk Kristus dan belajar tentang kelemahlembutan dan kerendahan hati Gurunya yang Agung itu, maka mereka akan lebih baik memenuhi janji mereka untuk mengasihi Allah lebih utama dan mengasihi manusia seperti dirinya sendiri. . . . Mereka harus mulai dari permulaannya. Kristus berkata, Pikullah kuk penahan diri dan penurutan yang Kupasang kepadamu, dan belajarlah padaKu. . . . Kemudian barulah hati selaras dengan kehendak Allah melalui kuasa penciptaan Kristus. Dengan beroleh bagian kodrat ilahi, mereka diubahkan. . . .

Usaha pembaharuan, perubahan haruslah dimulai dalam hati, asal memancarnya sumber kehidupan. Oh, bagaimanakah penuturan yang muluk-muluk dapat dipandang cukup? . . . Saya mohon kepadamu, demi Kristus, janganlah berhenti setengah jalan, tetapi majulah, majulah. Majulah menuju kesempurnaan orang Kristen. Janganlah tinggalkan sesuatu dalam keadaan tidak teratur. Jagalah dirimu dengan segala kewaspadaan. Ingatlah bahwa engkau bertanggung jawab untuk tidak menggambarkan secara salah Kristus di dalam tabiat. Janganlah oleh cacat tabiat kita menuntun orang lain melakukan dosa yang sama. . . .

Mereka yang menyatakan diri turut memajukan terang haruslah menunjukkan pengaruh terang itu di dalam perkataan, tingkah laku, suara, tindak tanduk mereka sepanjang hari dan di segala tempat.

Apakah Pikiranmu Diteliti

Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. 
1 Tawarikh 28:9

Engkau haruslah bertanggung jawab kepada Allah, atas segala pikiranmu, perkataanmu, waktumu, dan atas tindak tandukmu.

Engkau tak akan pernah dapat masuk ke sorga kecuali engkau menyukai hubungan dengan Allah di dunia ini, karena dunia inilah tempat penyesuaian diri kita menuju ke sorga. Allah haruslah menjadi tujuan pujaan, kasih, dan rasa takut kita yang tertinggi. Dunia ini adalah satu-satunya sekolah di mana engkau dapat memperoleh persiapan untuk tingkat yang lebih tinggi. Mereka yang tidak mengasihi Allah dengan teguh di dalam hati di dunia ini, mereka yang memandang hal itu menjemukan bila takluk kepada Allah di dalam kehidupan ini, akan tidak pernah bersukaria dengan Kristus di dalam hidup yang akan datang. Justru hal-hal yang mereka pilih dan sukai di dunia ini demi kepuasan dirinya sedang mendidik citarasa mereka, sehingga peraturan sorga akan akan menjadi satu halangan bagi mereka. Biarlah jiwa takluk di bawah pengendalian Allah. . . .

Ia menciptakan manusia, yang membayar harga tebusannya, lebih dihinakan bilamana manusia memilih ukuran tabiat yang rendah, dan bersifat duniawi, suatu kehidupan yang bodoh dan hina. . . . Semua orang yang senang berpaling dari pengetahuan yang akan menjadikan mereka bijaksana kepada keselamatan dalam hidup sekarang ini dan hidup yang akan datang, yang menerima perkara-perkara duniawi san perkara yang dangkal sedang memberi makan jiwanya dengan air yang asin rasanya ketika Yesus Kristus mengundang mereka, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum" (Yohanes 7:37).

Biarlah jiwamu asyik di dalam merenung-renungkan kebenaran yang mulia yang terdapat dalam Firman Allah, maka engkau tidak mempunyai keinginan yang tetap kepada sesuatu hal yang tidak kau miliki. Engkau akan memandang rendah pikiran yang datang dan yang sia-sia. Engkau akan selalu berusaha memperoleh ukuran tinggi dari kebajikan dan kesucian sebagaimana terbentang di hadapanmu dalam injil. Engkau akan berusaha mencapai kecakapan yang lebih tinggi di dalam kehidupan ilahi. Berbicaralah kepada Allah dengan perantaraan FirmanNya. . . .

Oleh merenungkan cita-cita yang tinggi, yang telah dibentangkanNya dihadapanmu, maka engkau akan diangkat ke dalam suasana yang bersih dan kudus, hingga ke hadirat Allah. Bilamana engkau tinggal di sini, maka akan memancarlah cahaya dari padamu yang akan menerangi semua orang yang berhubungan dengan engkau.

Selasa, 30 Agustus 2016

BAHAYA BIBIT-BIBIT KEBIMBANGAN

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak menepatinya? 
Bilangan 23:19

Orang-orang yang terus-menerus berbicara tentang kebimbangan dan menuntut bukti tambahan untuk mengusir tabut kebimbangan tidaklah berdiri di atas Firman itu. Iman mereka bertumpu atas keadaan; iman seperti itu didasarkan atas perasaan. Tetapi perasaan, biarpun menyenangkan bukannya iman. Firman Allah adalah landasan yang di atasnya pengharapan kita akan kerajaan sorga harus didirikan.

Suatu hal yang sangat buruklah bila menjadi seorang yang bimbang terus-menerus, menunjukkan pandangan dan pikiran atas diri sendiri. Selama engkau memandang diri sendiri, selama ini menjadi pokok pikiran dan percakapan, engkau tak dapat mengharapkan akan diselaraskan kepada peta Kristus. Diri sendiri bukanlah juruselamatmu. Engkau tidak mempunyai kuasa yang menyelamatkan di dalam dirimu. Kata "saya" atau " aku " adalah sebagai sebuah kapal yang bocor bagi imanmu untuk meneruskan pelayaran. Jika engkau berharap mempercayakan dirimu di dalamnya, maka ia akan terombang-ambing. Ke sekoci, ke sekoci! Hanya dengan beginilah engkau dapat aman. Yesus lah juru mudi sekoci itu, dan Ia tidak akan pernah kehilangan satu penumpang pun.

Kita perlu agar suasana sorga untuk mengelilingi jiwa kita. Kita perlu agar bara api yang dari  mezbah menyentuh bibir kita. Kita perlu mendengar perkataan Kristus, "Jadilah engkau tahir." Jika kita sudah menyebarkan kegelapan, jika kita telah menimbun sampah atau menyimpan kebimbangan dalam hati, jika kita telah menanamkan bibit-bibit kebimbangan dan tawar hati di dalam pikiran orang-orang lain, semoga Allah menolong kita  melihat dosa kita. Janganlah kita mengeluarkan sepatah kata yang berisi kebimbangan, karena yaitu akan bertunas dan bertumbuh, lalu kelak menghasilkan panen yang pahit. Kita harus memperhatikan nasihat ini, "Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu" (1 Petrus 1:15). Sebiji bibit kebimbangan yang ditanamkan, sukar kiranya bagi manusia untuk mematikannya. Hanya Allah sendirilah yang dapat mencabutnya dari dalam jiwa ....

Ladang besar dari janji-janji Allah telah ditunjukkan kepada kita, dan dengan janji ini kita haruslah memegang teguh iman, pengharapan, dan kasih. Di dalam segala kasih karunia ini , sidang dapat memancarkan terang dan menunjukkan kepada dunia sebuah gambaran yang hidup tentang kebenaran Kristus. Iman yang hidup memegang tangan kuasa ilahi, dan iman adalah sebagai jangkar bagi jiwa, jangkar yang pasti dan teguh .... Yohanes berkata, "Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" ( I Yohanes 5:4 ).

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tuntutan Malaikat ALLAH

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan  kepada filipus, katanya: Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza, jalan itu jalan sunyi.
Kisah Para Rasul 8:26

Allah telah mencatat banyak cerita di dalam FirmanNya yang diilhamkan itu untuk mengajarkan kepada kita bahwa umat manusia adalah sasaran utama dalam penjagaan malaikat sorga. Manusia tidak dibiarkan menjadi permainan pencobaan setan. Segenap sorga melibatkan diri dengan giat dalam pekerjaan meneruskan terang kepada penduduk dunia ini, agar mereka tidak dibiarkan begitu saja tanpa tuntutan rohani. Mata yang tidak pernah mengantuk ataupun tertidur sedang menjaga perhimpunan kemah bangsa Israel. Beribu-ribu dan berlaksa-laksa malaikat sedang melayani keperluan anak-anak manusia. Suara yang diilhami oleh Allah berseru, Inilah jalan itu, berjalanlah di atasnya. Jika manusia mau mendengar perkataan amaran, jika mereka mau menurut tuntunan Allah dan tidak menurut pertimbangan akal yang terbatas, mereka akan selamat ....

Malaikat-malaikat sorga mengamat-amati mereka yang sedang mencari terang dan bekerjasama dengan orang-orang yang berusaha memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus. Hal ini ditunjukkan di dalam pengalaman filipus dan orang Ethiopia.

Seorang utusan sorga dikirim kepada filipus untuk menunjukkan tugasnya bagi orang Ethiopia itu .... Malaikat-malaikat Allah sedang memperhatikan orang yang mencari terang ini .... Pada zaman ini, sebagaimana pula untuk zaman yang berikutnya, malaikat-malaikat sedang memimpin dan menuntun mereka yang mau dipimpin dan dituntun. Malaikat yang dikirim itu sendiri, kepada filipus, dapat melakukan pekerjaan bagi orang Ethiopia, tetapi bukan demikian cara Tuhan bekerja. Sebagai alat-alat Allah, manusia haruslah bekerja untuk orang lain.

Ketika Allah menunjukkan kepada filipus tugasnya, rasul itu tidak berkata, sebagaimana banyak orang katakan pada dewasa ini, Allah tidak berniat demikian. Saya tidak begitu yakin, atau saya akan berbuat salah. Pada saat itu , Filipus belajar menyesuaikan kemauannya dengan kemauan Allah karena itulah segala-galanya baginya. Ia mempelajari bahwa setiap jiwa berharga pada pemandangan Allah dan malaikat-malaikat akan membawa terang kepada mereka yang memerlukannya. Dengan perantaraan pelayanan malaikat-malaikat Allah mengirim terang kepada umatNya, dan melalui umatNyalah terang ini diberikan ke dunia ini ....

Pengawal yang setiawan sedang berjaga-jaga, menuntun jiwa ke jalan yang benar.

Senin, 18 Juli 2016

MENGAMBIL BAGIAN DALAM KODRAT ILAHI

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji - janji  yang berharga dan sangat besar , supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang  membinasakan dunia. 
2 Petrus 1: 4


"Kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi." Mungkinkah? Dengan diri kita sendiri kita dapat melakukan perkara yang baik. Oleh sebab itu bagaimanakah kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi? Yakni dengan jalan datang kepada Kristus sebagaimana kita adanya, miskin, tak berdaya, bergantung pada orang. Ia mati agar hal itu mungkin bagi kita turut mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Ia mengambil rupa manusia atas diriNya agar Ia dapat menjangkau manusia. Dengan rantai emas kasihNya yang tak terduga itu Ia telah mengikat kita ke takhta Allah. Kita harus mempunyai kuasa untuk mencapai kemenangan sebagaimana Ia sudah menang.

Kepada semua orang Ia menyampaikan undangan: "Marilah kepadaKu .... Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan  ... "(Matius 11: 28-30).

Kita mempunyai bagian di dalam pekerjaan ini. Biarlah jangan seorangpun berpikir bahwa pria dan wanita akan masuk ke surga tanpa turut berjuang di dunia ini. Kita mempunyai peperangan yang harus kita perjuangkan, untuk merebut kemenangan. Tuhan Allah berkata kepada kita, " kerjakan keselamatanmu." Bagaimana caranya? "Dengan takut dan gentar. bukan saja seperti waktu aku masih hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya "(Filipi 2:12, 13). Allah bekerja, dan manusiapun bekerja ....  Hanya dengan jalan demikianlah kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi.

Di sinilah letaknya ketetapan hati agama yang benar. Kita adalah"kawan sekerja Allah," bekerja bersama-sama dengan Dia. "Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" (1 Korintus 3: 9). Gambaran ini melukiskan tabiat manusia, yang hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit. Setiap hari Allah bekerja di atas bangunanNya untuk menyempurnakan susunan bangunan itu agar bangunan itu menjadi satu tempat kudus bagiNya. Manusia haruslah bekerja bersama-sama dengan Allah, berusaha di dalam kekuatanNya untuk menjadikan dirinya menurut rencana Allah baginya, membangun hidupnya dengan perbuatan-perbuatan yang bersih dan agung ....

Allah meminta kita hanya hidup sehari saja pada satu waktu. Engkau tidak perlu memandang satu pekan atau satu bulan di depan. Sekaranglah waktumu yang terbaik. Berkata-katalah dan bertindaklah hari ini pada satu jalan yang akan menghormati Allah. janji itu berbunyi, "Selama umurmu,  kiranya kekuatanMu " (Ulangan 33:25).

Hidup yang Limpah

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan. 
Yohanes 10:10

Satu jiwa yang berhubungan dengan Kristus tidak akan mempunyai kehidupan yang suram. Orang-orang yang mengasihi Yesus dengan hati , pikiran dan jiwa dan mengasihi manusia seperti dirinya sendiri memiliki satu ladang yang luas tempat mereka menggunakan kesanggupan dan pengaruh mereka. Janganlah ada talenta yang akan digunakan hanya untuk kepuasan diri sendiri. Diri mestilah mati, dan hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah ....

Tuhan akan menilai jiwa kita menurut takaran, sesuai dengan apa yang sudah diletakkan Kristus di atas jiwa-jiwa itu,Yesus mati agar Ia mendapat manusia dari kebinasaan yang kekal . Oleh sebab itu kita haruslah  menjaga diri kita sebagai harta milik yang dibeli. "Bahwa kamu bukan milik kamu sendiri." "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu" (1 Korintus 6:19, 20). Segala kuasa pikiran, dan jiwa serta tubuh kita adalah milik Tuhan. Waktu kita adalah milik-Nya. Oleh sebab itu hendaklah kita menempatkan diri kita di dalam keadaan yang paling baik untuk melakukan pekerjaan-Nya, hidup senantiasa berhubungan dengan Kristus, serta memikirkan setiap hari mahalnya korban yang telah dipersembahkan demi kita agar kita dibenarkan Allah di dalam Dia ....

Orang-orang yang mengosongkan dirinya, orang yang hidup berhati-hati dan suka memikirkan kepentingan orang lain, tak dapat mengangkat pandangan mata mereka kepada Kristus, Juruselamat yang hidup tanpa merasa gentar dan merendahkan hati yang sedalam-dalamnya. Memandang Yesus terus menerus akan membuat jiwa hidup bagi Allah. Kita akan mengasihi Yesus, kita akan mengasihi Bapa yang mengirimkan Dia ke atas dunia ini, karena kita melihat Dia di dalam suatu terang yang ajaib, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yesus berkata, "Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku" (Matius 11:27); ... "Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Matius 28:18). Untuk apa? Supaya dapat memberikan pemberian bagi manusia, agar mereka dapat meletakkan semua kuasa mereka dengan hormat untuk memaklumkan kasih yang ajaib itu yang dengannya Ia telah mengasihi kita ....

Bilamana kita menilai segala talenta kita di dalam terang salib Golgota itu, kita akan hidup sangat bergairah bagi Kristus dan membuat terang kehidupan kita bercahaya di hadapan orang, sehingga hidup kita tidak akan pernah lagi tampak suram. Siapakah yang dapat menaksir nilai jiwa itu?
 

Template by BloggerCandy.com