Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak menepatinya?
Bilangan 23:19
Orang-orang yang terus-menerus berbicara tentang kebimbangan dan menuntut bukti tambahan untuk mengusir tabut kebimbangan tidaklah berdiri di atas Firman itu. Iman mereka bertumpu atas keadaan; iman seperti itu didasarkan atas perasaan. Tetapi perasaan, biarpun menyenangkan bukannya iman. Firman Allah adalah landasan yang di atasnya pengharapan kita akan kerajaan sorga harus didirikan.
Suatu hal yang sangat buruklah bila menjadi seorang yang bimbang terus-menerus, menunjukkan pandangan dan pikiran atas diri sendiri. Selama engkau memandang diri sendiri, selama ini menjadi pokok pikiran dan percakapan, engkau tak dapat mengharapkan akan diselaraskan kepada peta Kristus. Diri sendiri bukanlah juruselamatmu. Engkau tidak mempunyai kuasa yang menyelamatkan di dalam dirimu. Kata "saya" atau " aku " adalah sebagai sebuah kapal yang bocor bagi imanmu untuk meneruskan pelayaran. Jika engkau berharap mempercayakan dirimu di dalamnya, maka ia akan terombang-ambing. Ke sekoci, ke sekoci! Hanya dengan beginilah engkau dapat aman. Yesus lah juru mudi sekoci itu, dan Ia tidak akan pernah kehilangan satu penumpang pun.
Kita perlu agar suasana sorga untuk mengelilingi jiwa kita. Kita perlu agar bara api yang dari mezbah menyentuh bibir kita. Kita perlu mendengar perkataan Kristus, "Jadilah engkau tahir." Jika kita sudah menyebarkan kegelapan, jika kita telah menimbun sampah atau menyimpan kebimbangan dalam hati, jika kita telah menanamkan bibit-bibit kebimbangan dan tawar hati di dalam pikiran orang-orang lain, semoga Allah menolong kita melihat dosa kita. Janganlah kita mengeluarkan sepatah kata yang berisi kebimbangan, karena yaitu akan bertunas dan bertumbuh, lalu kelak menghasilkan panen yang pahit. Kita harus memperhatikan nasihat ini, "Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu" (1 Petrus 1:15). Sebiji bibit kebimbangan yang ditanamkan, sukar kiranya bagi manusia untuk mematikannya. Hanya Allah sendirilah yang dapat mencabutnya dari dalam jiwa ....
Ladang besar dari janji-janji Allah telah ditunjukkan kepada kita, dan dengan janji ini kita haruslah memegang teguh iman, pengharapan, dan kasih. Di dalam segala kasih karunia ini , sidang dapat memancarkan terang dan menunjukkan kepada dunia sebuah gambaran yang hidup tentang kebenaran Kristus. Iman yang hidup memegang tangan kuasa ilahi, dan iman adalah sebagai jangkar bagi jiwa, jangkar yang pasti dan teguh .... Yohanes berkata, "Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" ( I Yohanes 5:4 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar