Lalu aku berkata, "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku; aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; ToratMu ada dalam dadaku.
Mazmur 40: 8,9
Di majelis-majelis sorga telah diputuskan bahwa harus diberikan kepada umat manusia seorang yang menjadi teladan menurut hukum. Untuk memutuskan menjadikan hal ini korban besar, Allah tiada membiarkan sesuatu yang samar-samar dan yang tidak pasti demi keselamatan umat manusia. Ia telah mengaruniakan suatu ukuran kepada manusia yang dengannya mereka membangun tabiat-Nya. Dengan bunyi suara yang dapat didengar dan dahsyat disertai kemuliaan Ia mengucapkan hukum-Nya dari atas Bukit Sinai. Dengan jelas Ia mengungkapkan apa yang patut kita lakukan agar dapat kembali menurut kepadaNya dan ... tetap setia menurut hukum-Nya. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua ,yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi "(Matius 22: 37-40).
Begitu dalam perhatian Tuhan kepada makhluk yang telah dijadikan-Nya itu, begitu besar kasih-Nya kepada dunia ini, sehingga ia " telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16) . Kristus datang membawa kuasa moral kepada manusia, untuk mengangkat dia lebih tinggi, lebih mulia dan menguatkan dia, agar dia sanggup menjadi orang yang dapat mengambil bagian kodrat ilahi, melepaskan dia dari kemerosotan dunia ini di dalam segala keinginannya. Ia membuktikan kepada seluruh penduduk dunia-dunia lain yang tidak jatuh ke dalam dosa dan kepada seluruh umat manusia bahwa hukum itu dapat dipelihara. Sementara Ia dalam keadaan manusia, Ia menurut hukum Allah, mempertahankan keadilan Allah di dalam tuntutan bahwa hukum itu dapat dituruti. Di dalam penghakiman hidup-Nya akan menjadi satu alasan yang tak dapat disangkal di dalam kasih karunia hukum Allah.
Semua orang yang memiliki pertimbangan akal sehat dapat mempelajari ukuran tugas mereka. Kristuslah teladan kita. Di dalam Kemanusiaan Ia hidup tanpa noda. Ia penuh rahmat, berbelaskasihan, menurut-penuh dengan kebajikan dan kebenaran. Oleh kehidupan-Nya yang menurut itu, Ia memberi satu gambaran tentang hukum itu. Oleh bersatu dengan Kristus, umat manusia yang sudah jatuh dan berdosa boleh menyesuaikan hidupnya dengan undang-undang ilahi itu. Oleh menurut hukum-hukum Allah, mereka menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Dia yang datang ke atas dunia ini untuk mewakili Bapa oleh menurut segala hukum-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar