Pages

Rabu, 25 Mei 2016

Kecukupan kita ada di dalam Kristus

Galatia 6:14
"Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia."


Oleh iman-iman yang meniadakan semua percaya diri sendiri - orang miskin yang mohon bantuan harus berpegang pada kuasa yang tidak terbatas itu.

Kewajiban lahiriah tidak dapat menggantikan iman yang sederhana dan semua penyangkalan diri.

Kita hanya dapat membiarkan Kristus menyempurnakan pekerjaan itu.

Sehingga bahasa jiwa akan menjadi, Tuhan, ambillah hatiku; karena aku tidak dapat menyerahkannya.

Itu adalah milikMu.

Sucikanlah, karena aku tak dapat memeliharanya untukMu.

Selamatkanlah aku, walaupun diriku sendiri, kelemahanku, diriku yang tidak sesuai dengan Kristus.

Bentuklah dan tempalah aku, bimbinglah aku ke dalam keadaan yang murni dan suci di mana saluran kekayaan kasihMu dapat mengalir melalui jiwaku.

Bukan hanya pada awal hidup Kekristenan panyangkalan diri itu dibentuk. Pada setiap langkah maju menuju sorga hal itu harus diperbarui.

Semua kebajikan kita bergantung pada satu kuasa dari luar diri kita sendiri.

Karena itu harus ada suatu jangkauan yang terus menerus dari hati menurut Allah, suatu kesinambungan, kesungguh-sungguhan, suatu pengakuan dosa dari hati yang hancur dan merendahkan jiwa di hadapanNya.

Hanya oleh penyangkalan diri selalu dan bergantung pada Kristus kita dapat berjalan dengan selamat.

Makin dekat kita datang kepada Yesus dan makin nyata kita mengenal kesucian tabiatNya, maka makin jelas kita mengetahui betapa hebatnya dosa dan semakin berkuranglah perasaan untuk meninggikan diri sendiri.

Mereka yang dikenal sorga sebagai orang-orang saleh adalah yang terakhir mempertunjukkan kebajikan mereka.

Rasul Petrus menjadi pelayan Kristus yang setia dan ia sangat dimuliakan oleh terang dan kuasa ilahi; ia mengambil bagian yang aktif dalam membangun gereja Kristus; tetapi Petrus tidak pernah melupakan pengalaman yang mengerikan akan penghinaannya; dosanya telah diampuni; namun ia tahu benar bahwa bagi kelemahan tabiat yang telah menyebabkan kejatuhannya hanya kasih karunia Kristus yang dapat membantu.

Ia tidak menemukan sesuatu dalam dirinya sendiri yang harus dimuliakan.

Tidak seorangpun dari rasul-rasul atau nabi-nabi yang pernah menyatakan dirinya tidak berdosa.

Orang yang hidup paling dekat kepada Allah, orang yang mau mengorbankan hidupnya sendiri daripada sengaja melakukan suatu perbuatan tercela, orang yang Allah telah muliakan dengan terang dan kuasa ilahi, adalah orang yang telah mangakui sifat mereka sendiri yang berdosa.

Mereka  tidak menaruh keyakinan di dalam dirinya, tidak menyatakan kebenaran diri sendiri, malainkan percaya sepenuhnya kepada kebenaran Kristus.

Demikianlah hendaknya semua orang yang memandang Kristus.

Pada setiap langkah maju di dalam pengalaman Kristen, pertobatan kita akan semakin dalam....... kemudian bibir kita tidak akan terbuka dalam memuliakan diri sendiri.

Kita akan mengetahui bahwa kecukupan kita hanya ada di dalam Kristus saja.

- Christ's Object Lesson 159-161

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com